detikBali
Round Up

Keji Pria di Lombok Bunuh-Bakar Ibu Kandung gegara Minta Uang Tak Diberi

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Round Up

Keji Pria di Lombok Bunuh-Bakar Ibu Kandung gegara Minta Uang Tak Diberi


Abdurrasyid Efendi - detikBali

Polda NTB menggelar konferensi pers kasus pembunuhan yang dilakukan Bara Primario, bertempat di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Selasa (27/1/2026). (Foto : Abdurrasyid Efendi/detikBali).
Foto: Polda NTB menggelar konferensi pers kasus pembunuhan yang dilakukan Bara Primario, bertempat di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Selasa (27/1/2026). (Abdurrasyid Efendi/detikBali)
m -

Kasus penemuan mayat manusia dalam kondisi hangus terbakar di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, akhirnya terungkap. Polisi menangkap pria bernama Bara Primario alias BP (33). Mayat yang terbakar itu adalah Yeni Yudi Astuti, ibu kandung Bara. Pembunuh dan pembakar mayat Reni adalah Bara.

Tim Jatanras Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap Bara pada Senin (27/1/2026) tengah malam di daerah Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bara sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap ibunya. Dia dijerat pasal 459 KUHP juncto Pasal 458 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP. Bara terancam maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Polda NTB mengungkap motif pembunuhan keji yang dilakukan Bara, warga Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram, NTB terhadap ibu kandungnya, Reni Yudi Astuti.

ADVERTISEMENT

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, mengatakan motif pembunuhan hingga jasad Reni Yudi Astuti dibakar oleh pelaku dipicu rasa sakit hati.

"Jadi, pelaku ini merasa sakit hati (terhadap korban)," kata Kholid, Selasa (27/1/2026).

Sakit Hati Minta Rp 39 Juta Tak Diberi

Bara awalnya meminta uang sebesar Rp 39 juta kepada ibunya untuk membayar utang. Namun, permintaan itu tak dikabulkan. Penolakan tersebut membuat Bara sakit hati terhadap ibunya sendiri.

"Sehingga, (pelaku) merasa sakit hati dan terjadilah peristiwa pembunuhan tersebut," sebutnya.

Pelaku menghabisi nyawa ibu kandungnya pada Minggu (25/1/2026) dini hari, di rumahnya. Di rumah itu, pelaku dan korban hanya tinggal berdua.

Pagi harinya, jasad korban dibawa menuju Sekotong, Lombok Barat, menggunakan mobil Innova Reborn warna putih, miliknya.

Di pertengahan jalan, Bara berhenti untuk membeli Pertalite yang digunakan untuk membakar jasad korban. Tujuannya untuk menghilangkan jejak.

Bercak Darah di Mobil Putih

Terungkapnya aksi keji Bara berawal dari kecurigaan terhadap mobil Innova Reborn warna putih yang dia gunakan.

"Ada saksi yang melihat (mobil putih). Ada dua orang saksi," kata Dirreskrimum Polda NTB, Kombes Arisandi.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sekotong. Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap jasad yang ditemukan hangus terbakar tersebut. Jasad di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Senin (26/1/2026) pagi, petugas kembali mendatangi lokasi penemuan jasad terbakar tersebut untuk melakukan olah TKP.

Petugas juga sudah mulai menyisir sejumlah titik-titik lokasi yang memungkinkan adanya CCTV ang merekam mobil putih, yang mencurigakan tersebut.

"Tim melakukan penyisiran titik lokasi yg memungkinkan adanya cctv, untuk kemudian melacak kendaraan yang sempat dicurigai berdasarkan keterangan saksi berada di TKP penemuan mayat, di sekitaran waktu penemuan mayat," katanya.

Sekitar pukul 19.00 Wita, petugas berhasil mendapatkan rekaman CCTV dan mendapatkan informasi terkait dengan kendaraan yang diduga digunakan oleh pelaku.

"Tim Puma Ditreskrimum Polda NTB mendatangi lokasi rumah sesuai dengan data kendaraan tersebut untuk melakukan pengecekan di rumah tersebut," ujarnya.

Mobil warna putih dan Bara Primario itu ditemukan di rumah yang berada di wilayah Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram itu.

Saat mobil putih itu diperilsa, polisi menemukan ada bercak darah. "Pada bagasi belakang kendaraan masih ditemukan bercak darah. Bercak darah ini yang kemudian dicurigai sebagai sisa atau bekas perbuatan pelaku pada saat membawa korban, sebelum kemudian dibuang dan dibakar," katanya.

Saat diinterogasi, Bara Primario mengakui telah membunuh dan membakar mayat korban."Dialah yang membunuh dan membawa korban, membuang dan membakar korban di TKP penemuan jenazah," ujarnya.

Hasil Autopsi

Dokter Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, mengungkap sejumlah temuannya pada jasad Yeni. Kaur Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, AKP I Nyoman Madiasa, mengatakan autopsi dilakukan pada Senin (26/1/2026) bersama dokter forensik. Saat itu, jenazah yang diautopsi dalam kondisi hangus terbakar.

"Kondisi hangus terbakar yang sulit untuk dikenali," kata AKP I Nyoman Madiasa, Selasa (27/1/2026).

Sejumlah properti ditemukan masih menempel pada tubuh korban, yang digunakan untuk mengidentifikasi korban. Dari hasil pemeriksaan, korban dinyatakan berjenis kelamin perempuan.

"Ditandai dengan ditemukannya bra, jilbab, dalaman jilbab di tubuh korban. Kemudian sisa karet celana dalam warna cream," ucap dia.

Tim medis turut menemukan kalung emas yang masih menempel pada tubuh korban. "Kami juga menemukan perhiasan berupa kalung warna kuning keemasan, dengan liontin berbentuk hati berwarna biru," katanya.

Hasil pemeriksaan fisik korban, tim medis menemukan patah tulang paha bagian kiri atas. Tim medis juga menemukan tanda kekerasan pada bagian kepala korban.

"Dari kondisi fisik, ditemukan patah pada paha kiri atas dan juga pada terdapat kekerasan tumpul pada kepala sisi depan, sisi belakang, dan sisi samping sebelah kiri," ungkapnya.

Dikatakan, dari pemeriksaan jenazah korban tidak banyak petunjuk yang didapatkan. Hal itu karena kondisi mayat sudah hangus terbakar.

"Itu sudah kami sampaikan ke penyidik terkait dengan temuan-temuan RS Bhayangkara bersama dokter ahli forensik," tandasnya.

Jerat Leher Ibu Pakai Tali

Polisi mengungkapkan modus pembunuhan yang dilakukan Bara. Yakni, Bara melilitkan tali ke leher ibu yang telah melahirkannya itu saat tidur hingga tewas.

"Modus operandi dari kejadian ini, pelaku pada saat memberikan keterangan, pelaku melakukan perbuatannya dengan cara melilitkan tali di bagian leher ibu kandungnya yang pada saat itu tertidur pulas," kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, dalam konferensi pers.

Bara menarik tali yang melilit leher ibunya itu dengan sekuat tenaga. "Sehingga, menyebabkan korban meninggal dunia," sebutnya.

Bara melakukan aksi biadabnya itu pada Minggu (25/1/2026) dini hari. Setelah sang ibu meninggal, Bara membungkus jasadnya menggunakan seprai, kemudian mengangkat dan memasukkan jasad itu ke bagasi mobil Innova.

"Selanjutnya, korban menyisir ke wilayah Sekotong dan berhenti di sekitaran simpang tiga Lembar, Lombok Barat untuk membeli BBM (bahan bakar minyak) jenis Pertalite di salah satu kios penjualan BBM," ujar Kholid.

Setibanya di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Bara memarkirkan kendaraan setelah melihat situasi sepi. Jasad Reni diangkat dari dalam bagasi mobil, lalu Bara menyiramkan Pertalite dan membakar jasad ibunya.

"Setelah satu jam, pelaku menganggap korban sudah terbakar hangus, lalu pergi meninggal lokasi kejadian,"

Sementara, Ditreskrimum Polda NTB, Kombes Arisandi, pelaku memasukkan jasad korban ke dalam garasi mobil dan membawanya ke wilayah Sekotong pada Minggu (25/1/2026), sekitar pukul 08.00 Wita.

"Setelah melakukan eksekusi (membunuh korban), CCTV dia cabut memori card-nya. Korban ditaruh di kamar sampai pagi. Kemudian pada pukul 08.00 Wita (Minggu, 25/1/2026) pelaku membungkus korban menggunakan seprai dan di bawa ke mobil bagasi warna putih," katanya.

Sebelumnya, warga Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Lombok Barat, digegerkan dengan penemuan mayat manusia yang diduga dibakar, Minggu sore.

Berdasarkan video yang dilihat detikBali, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Api masih terlihat membara di area rerumputan di tepi jalan, tepatnya di dekat Pura Batu Leong.

Awalnya, warga mengira kobaran api tersebut berasal dari pembakaran sampah. Namun, setelah didekati, api itu ternyata membakar tubuh manusia hingga hangus.




(hsa/hsa)











Hide Ads
LIVE