detikBali

4 Brimob Ditikam Diduga Ditikam 3 TNI di Labuan Bajo, Kodam: Masih Diselidiki

Terpopuler Koleksi Pilihan

4 Brimob Ditikam Diduga Ditikam 3 TNI di Labuan Bajo, Kodam: Masih Diselidiki


Ahmad Firizqi Irwan - detikBali

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution.
Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution. (Foto: Dok. Kodam Udayana)
Denpasar -

TNI buka suara terkait insiden penikaman terhadap empat anggota Brimob di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/6/2026) dini hari. Meski muncul dugaan keterlibatan tiga prajurit TNI Angkatan Darat (AD), Kodam IX/Udayana menegaskan informasi tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan mengenai keributan yang terjadi dalam sebuah acara syukuran sebelum insiden penikaman berlangsung.

"Info yang kami dapat sementara saat ini, bahwa benar tadi malam infonya ada keributan ditempat acara syukuran," ujar Amrizal saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari informasi yang diterima, terdapat empat anggota Brimob yang menjadi korban penikaman. Namun, Amrizal menegaskan keterlibatan anggota TNI dalam kasus tersebut belum dapat dipastikan.

ADVERTISEMENT

"Sampai saat ini kebenaran keterlibatan anggota TNI masih dalam penyelidikan," sambungnya.

Informasi yang diperoleh, empat korban penikaman itu menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Mereka mengalami luka tusuk di bagian dada, punggung, dan tulang rusuk.

Amrizal menuturkan pihaknya belum dapat menyampaikan banyak informasi karena aparat masih mendalami kasus tersebut. Hingga kini, identitas pelaku dan motif kejadian masih dalam proses penyelidikan.

"Benar atau tidaknya anggota TNI yang pelakunya juga kita belum tahu, masih dalam penyelidikan oleh aparat di sana," imbuhnya.

Meski demikian, Amrizal memastikan tidak akan ada toleransi apabila nantinya ditemukan anggota TNI yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Kalau memang ada anggota TNI yang bersalah, pasti akan dihukum. Masalah hukumannya, ya kita lihat masalahnya apa. Ini saja belum ketahui (diketahui) siapa, seperti apa dan apa masalahnya. Kita tunggu saja ya," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads