Seorang warga Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), inisial MS (28) ditangkap setelah berusaha kabur dari kejaran polisi. MS merupakan pelaku pembobolan puluhan gerai ritel modern di wilayah Lombok.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, mengatakan MS ditangkap di wilayah Lingsar. MS sempat melarikan diri ke atap rumah warga untuk menghindari kejaran polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat berupaya melarikan diri dengan memanjat atap rumah warga. Namun, pelaku berhasil dikejar dan diamankan," kata Agus, Jumat (3/7/2026).
MS ditangkap pada Jumat (3/7/2026) dini hari. MS diketahui mantan karyawan di ritel modern berjejaring tersebut di bagian maintenance. Sehingga, MS memahami kondisi operasional toko dan menjalankan aksinya sebanyak puluhan kali.
"Hasil penyidikan sementara mengungkap bahwa pelaku diduga telah melakukan aksi serupa di 22 lokasi yang tersebar di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Kota Mataram," sebutnya.
Terakhir, MS menjalankan aksinya di Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara pada Rabu (1/7/2026). Karyawan yang baru membuka toko, mendapati rokok yang dipajang di etalase sudah kosong. Etalase produk perawatan wajah roboh, uang di dalam laci Rp 200 ribu juga hilang.
"Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 30 juta," ucap dia.
Pengakuan pelaku, sebagian barang curiannya telah dijual. Hasil pengembangan, polisi mengamankan dua orang penadah masing-masing berinisial M dan RA.
Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antaranya motor, satu set kunci, senter tablet, uang tunai Rp 260 ribu, tiga kardus rokok berbagai merek, puluhan botol parfum, sabun cuci muka, perlengkapan kendaraan, pakaian yang diduga digunakan saat beraksi, satu karung putih.
"Ada juga 91 lembar materai Rp 10.000," katanya.
Dikatakan, MS dan dua penadah lainnya telah diamankan di Polres Lombok Utara. Serta barang bukti yang diamankan petugas.
"Saat ini masih dilakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun adanya keterlibatan orang lain," ujarnya.
(nor/nor)

