detikBali

Bupati Cuma Janji, Warga Lombok Timur Pilih Bangun Jembatan Darurat Mandiri

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Bupati Cuma Janji, Warga Lombok Timur Pilih Bangun Jembatan Darurat Mandiri


Sui Suadnyana, Sanusi Ardi W - detikBali

Kondisi jembatan darurat yang dibangun warga secara swadaya di Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, Rabu (24/12/2025). (Sanusi Ardi W/detikBali)
Foto: Kondisi jembatan darurat yang dibangun warga secara swadaya di Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB, Rabu (24/12/2025). (Sanusi Ardi W/detikBali)
Lombok Timur -

Warga Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), membangun jembatan darurat secara swadaya dengan bambu. Musababnya, jembatan sementara yang dijanjikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur tak kunjung didatangkan.

Jupli (46), salah satu warga Dusun Aik Beta, kecewa. Ia dan warga lain sudah sebulan menunggu setelah jembatan penghubung antardesa di sana ambruk akibat luapan air sungai pada Rabu (19/11/2025).

"Janjinya tiga hari atau empat hari akan dibangun oleh bupati saat berkunjung ke meninjau ke tempat kami, tetapi sampai hari ini tidak ada kabarnya," cetus Jupli saat ditemui detikBali, Rabu (24/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga desa, Jupli menuturkan, secara swadaya mengumpulkan dana serta membangun jembatan darurat. Pembangunan jembatan darurat menggunakan bambu dilakukan secara gotong royong selama satu hari.

ADVERTISEMENT

"Kami berinisiatif membuat jembatan ini, dananya kami kumpulkan dari warga ada yang menyumbang Rp 5 ribu. Bahkan, saking semangatnya ada juga yang menyumbang lima puluh ribu. Itu kami gunakan untuk membeli paku, kawat, dan bahan-bahan lain yang kami butuhkan, sementara bambunya itu langsung dari kebun warga," tutur Jupli.

Menurut Jupli, keberadaan jembatan di tempat tersebut sangat penting bagi masyarakat setempat. Jembatan di sana selama ini menjadi akses satu-satunya untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

"Kami kasihan juga kepada petani yang harus memikul pupuknya turun dari sungai dan anak-anak setiap pergi ngaji dan sekolah harus menyeberangi sungai, jadi kami khawatir kalau tiba-tiba airnya besar," ucap Jupli.

Jupli berharap pemerintah segera merealisasikan jembatan sementara yang telah dijanjikan beberapa waktu lalu. Ia meminta Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, tak cuma janji-janji semata.

"Pak Bupati jangan hanya bicara saja. Pas datang ke sini katanya akan disegerakan, tetapi nyatanya hingga hari ini masih belum ada kejelasan, harapannya supaya di percepat lah," ujar Jupli.

Ahmad Dewanto, Kepala Dinas Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Timur, mengungkapkan masih menunggu mobilisasi jembatan tersebut. Jembatan masih berada di Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana, Denpasar, Bali.

"Kami masih menunggu rencana mobilisasi jembatan baley dari Kodam udayana dan berkoordinasi dengan PU provinsi. Sampai saat ini belum ada update mengenai mobilisasinya," terang Dewanto.




(dpw/dpw)










Hide Ads