Perayaan Paskah di Gereja Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung, berlangsung khidmat dengan pesan kuat mengenai kemanusiaan. Pastor Kepala Paroki Tuka menekankan bahwa kebangkitan Kristus harus menjadi pemantik untuk membangun relasi baik dan mewujudkan perdamaian dunia.
"Apalagi dalam situasi perang (Timur Tengah) seperti saat ini, apa yang kita butuhkan tak lain adalah perdamaian. Kebangkitan Kristus itu memperbaharui kemanusiaan kita untuk membangun relasi yang baik terhadap Tuhan, sesama, dan lingkungan," ujar Pastor Kepala Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Romo Paskalis Nyoman Widastra, Minggu (5/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen Paskah juga menjadi perhatian khusus untuk para korban yang terdampak berbagai konflik global saat ini. Romo Paskalis menyebutkan gereja secara konsisten mendoakan agar situasi dunia kembali kondusif melalui semangat kebangkitan.
"Kita menaruh perhatian terhadap korban-korban dari konflik tersebut. Maka dari itu, dalam Paskah tahun ini kami menekankan doa-doa untuk perdamaian dunia," katanya.
Ibadah di gereja tua dan pertama di Bali ini diikuti oleh umat warga lokal Bali hingga berbagai daerah di NTT, Jawa, dan Sumatera yang tinggal di Bali. Meskipun berasal dari latar belakang berbeda, seluruh umat tampak khusyuk mengikuti rangkaian prosesi yang puncaknya telah dimulai sejak Sabtu malam.
Rangkaian Paskah di paroki ini telah dimulai sejak masa Prapaskah selama 40 hari yang diisi dengan tradisi pantang dan puasa. Umat juga melewati prosesi Pekan Suci yang meliputi Minggu Palma, Kamis Putih, hingga Jumat Agung sebelum memasuki hari kemenangan.
"Masa Prapaskah dimulai dengan Rabu Abu sebagai tanda pertobatan dan selama lima minggu kita mempersiapkan diri. Setelah itu kita masuk ke Pekan Suci yang diawali Minggu Palma untuk menyambut Yesus yang masuk ke Yerusalem," tuturnya.
Pada Minggu hari ini, umat juga diajak untuk memperbaharui janji baptis sebagai bentuk komitmen iman mereka. Hal ini, kata romo, dilakukan sebagai pengingat akan tanggung jawab umat Katolik di tengah kehidupan bermasyarakat.
"Di situ ada pembaharuan janji baptis umat yang penuh dengan makna. Ini adalah bentuk komitmen kehidupan sebagai anggota gereja dan juga komitmen mereka di tengah-tengah masyarakat," pungkas Romo Paskalis.
(nor/nor)










































