Saluran drainase di kawasan Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai dinormalisasi. Pengangkatan sedimentasi dilakukan setelah kawasan pariwisata itu diterjang banjir pada Minggu (5/4).
"Kami sudah melakukan pengerukan, bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Jalan karena itu jalan nasional," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat, Lalu Ratnawi, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratnawi mengatakan pengerukan sedimentasi dilakukan secara manual pada saluran drainase di depan sejumlah hotel. Mulai dari Sheraton Senggigi Beach Resort, Merumata, Sudamala, dan Qunci Villas.
Menurutnya, penumpukan sedimentasi sudah pada level akut. Bahkan, sedimentasi menutupi setengah dari saluran drainase yang memiliki kedalaman sekitar 50 sentimeter (cm) dan lebar 60 cm.
"Separuhnya atau setengahnya itu tertutup sedimentasi, sehingga tidak bisa menampung kapasitas air hujan," jelas Ratnawi.
Ratnawi mengatakan penumpukan sedimentasi pada saluran drainase tersebut sudah terjadi sejak lama. Walhasil, ruas jalan di Senggigi kerap dilanda banjir.
"Saluran drainase sempit dan sedimentasinya tidak pernah diperhatikan. Begitu ada air dari perbukitan, langsung masuk kawasan hotel," terangnya.
Ratnawi membenarkan penyumbatan sampah pada saluran drainase menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan itu. Ia mengimbau pengelola hotel juga dapat membersihkan saluran drainase tersebut secara berkala.
"Kami mengimbau untuk melakukan pembersihan mandiri secara berkala. Semua kita punya tanggung jawab, bukan hanya pihak A maupun B," ujar Ratnawi.
"Kami sudah diinstruksikan sama Pak Bupati untuk membuat master plan secara menyeluruh, sehingga kawasan itu terbebas dari banjir," pungkasnya.
(iws/iws)

