detikBali

Pasien Gangguan Jiwa Ditemukan Tewas Usai Kabur dari RSUD Sumbawa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pasien Gangguan Jiwa Ditemukan Tewas Usai Kabur dari RSUD Sumbawa


Rafiin - detikBali

Mayat pria KSB yang ditemukan tewas di Sungai Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, pada Jumat (17/4/2026). (dok. Polres Sumbawa)
Foto: Mayat pria KSB yang ditemukan tewas di Sungai Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, pada Jumat (17/4/2026). (Dok. Polres Sumbawa)
Bima -

Sesosok mayat ditemukan di sekitar bantaran sungai Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terungkap, mayat pria itu adalah Ahmad Wahyudi (29), warga Desa Kokar Lian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang dilaporkan hilang tiga hari lalu. Ahmad merupakan pasien gangguan jiwa yang kabur dari RSUD Sumbawa.

"Iya betul. Ditemukan tadi pagi," ucap Kasi Humas Polres Sumbawa Ipda Mulyawansyah dikonfirmasi detikBali, Jumat (17/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulyawansyah mengaku mayat itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak membuang sampah di bantaran sungai Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa pada Jumat pagi. Saat itu, melihat mayat yang mengapung dalam tumpukan sampai di sungai.

"Saksi melihat ada mayat yang mengapung dalam tumpukan sampah dan melaporkannya ke Polsek Sumbawa," katanya.

ADVERTISEMENT

Menindaklanjuti laporan itu, Anggota Polsek Sumbawa bersama tim SAR langsung turun ke lokasi untuk mengecek. Hasilnya, korban dinyatakan sudah tak bernyawa.

"Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Sumbawa menggunakan mobil ambulans, "Katanya.

Tiba di RSUD, korban langsung divisum. Hasil visum luar menunjukkan bahwa korban diduga tenggelam dan diperkirakan telah meninggal dunia dua hari sebelum ditemukan.

"Hasil visum luar tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban," terangnya.

Tak lama setelah itu, pihak keluarga korban mendatangi RSUD Sumbawa dan memastikan bahwa mayat tersebut adalah Ahmad Wahyudi, yang dilaporkan hilang tiga hari yang lalu atau pada Rabu (15/4/2026).

"Sebelum ditemukan meninggal, korban hendak berobat di RSUD Sumbawa karena diduga mengalami gangguan jiwa. Namun saat akan diinjeksi korban melarikan diri dan dinyatakan hilang," beber dia.

Mulyawansyah menambahkan pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi jenazah dan menerima kejadian itu sebagai suatu musibah.

"Jasad korban sudah dibawa pihak keluarga untuk dikuburkan di kampung halamannya di Desa Desa Kokar Lian, Kecamatan Poto Tano, KSB," tandasnya.




(hsa/iws)










Hide Ads