detikBali

Pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara 21 Persen, Ditarget Rampung Juni

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara 21 Persen, Ditarget Rampung Juni


Ahmad Viqi - detikBali

Pengawas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Arahman, ditemui di Lombok Utara, Kamis (14/5/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Pengawas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Arahman, ditemui di Lombok Utara, Kamis (14/5/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali)
Lombok Utara -

Progres pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah mencapai 21 persen. Proyek pembangunan gedung sekolah senilai Rp 241 miliar itu ditargetkan rampung pada Juni 2026.

"Mudah-mudahan bisa selesai 20 Juni," ujar Pengawas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Arahman, Kamis (14/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi untuk percepatan itu kami upayakan di masing-masing bangunan perbanyak tenaga kerjanya," ujar Pengawas Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Arahman, Kamis (14/5/2026).

Arahman mengatakan jumlah tenaga kerja akan diperbanyak agar proyek gedung sekolah itu rampung sesuai target. Saat ini, dia berujar, jumlah tenaga kerja yang dikerahkan sebanyak 837 orang. Ia mengaku masih membutuhkan tambahan 363 tenaga kerja untuk mempercepat proses pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan 6 hektare (ha) itu.

ADVERTISEMENT

"Kami butuh sekitar 1.200 orang pekerja, sementara baru 837 orang. Nah, kami upayakan bertahap masuk untuk penambahan," imbuhnya.

Arahman mengatakan sekolah rakyat tersebut terdiri dari 28 gedung untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Menurutnya, kapasitas sekolah rakyat pertama di NTB ini akan menampung 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Sekolah rakyat ini juga dilengkapi asrama siswa, kantin, hingga rumah susun (rusun) untuk guru. "Semuanya lengkap di sini, termasuk fasilitasnya kami bangun semua juga di sini. Ada juga lapangan mini soccer termasuk, guest house," imbuh Arahman.

Menurut Arahman, seluruh gedung di sekolah rakyat tersebut menggunakan sistem bangunan tahan gempa. Berdasarkan perhitungan, kata dia, seluruh gedung sekolah rakyat ini bisa tahan gempa berkekuatan 8 skala richter.

"Secara perhitungan sudah aman meskipun berjarak 100 meter dari tepi pantai," imbuhnya.




(iws/iws)











Hide Ads