detikBali

Bulog Bakal Bangun Gudang Pascapanen Terintegrasi Rp 200 M di Lombok Barat

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bulog Bakal Bangun Gudang Pascapanen Terintegrasi Rp 200 M di Lombok Barat


M. Zahiruddin - detikBali

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) saat ditemui di ruangannya, Selasa (9/6/2026). (M. Zahiruddin/detikBali)
Foto: Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) saat ditemui di ruangannya, Selasa (9/6/2026). (M. Zahiruddin/detikBali)
Lombok Barat -

Badan Urusan Logistik (Bulog) akan membangun gudang pascapanen terintegrasi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 2026. Proyek senilai Rp 200 miliar itu digadang-gadang menjadi fasilitas pascapanen pertama di NTB.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengatakan pemerintah daerah telah menandatangani kesepakatan hibah lahan dengan Bulog Pusat sebagai lokasi pembangunan gudang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Proyeknya sudah disetujui. Lokasi kami ajukan di Narmada dan Lingsar seluas tiga hektare. Mana-mana yang dipilih nanti," ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Ia mengeklaim gudang pascapanen terintegrasi itu akan menjadi yang pertama di NTB. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung, mengeringkan, mengolah, hingga memasarkan hasil panen petani.

ADVERTISEMENT

"Tentu ini menjadi sesuatu yang baru. Hasil panen semuanya di situ nanti. Akan terintegrasi, mulai dari pengeringan sampai pengolahan," jelasnya.

LAZ menuturkan keberadaan gudang tersebut juga akan memperkuat program ketahanan pangan daerah. Hasil panen petani dapat disimpan sebagai cadangan pangan di NTB dan tidak seluruhnya langsung dikirim ke luar daerah.

"Iya untuk ketahanan pangan. Tidak terkirim keluar hasil panen petani, sehingga menjadi stok di sini," katanya.

Ia berharap pembangunan gudang terintegrasi tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Selain itu, proyek tersebut juga diproyeksikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendukung pemerataan pembangunan di Lombok Barat.

"Akan kami tekankan untuk memprioritaskan tenaga kerja setempat," tandasnya.




(nor/nor)










Hide Ads