detikBali

Tertekan Utang Judol, Pria di Lombok Utara Tenggelamkan Diri ke Laut

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tertekan Utang Judol, Pria di Lombok Utara Tenggelamkan Diri ke Laut


Abdurrasyid Efendi - detikBali

Petugas melakukan olah TKP penemuan mayat di pinggir pantai wilayah Lombok Utara, Senin (15/6/2026). (Foto : Polres Lombok Utara).
Foto: Petugas melakukan olah TKP penemuan mayat di pinggir pantai wilayah Lombok Utara, Senin (15/6/2026). (Foto : Polres Lombok Utara).
Lombok Utara -

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang inisial AH ditemukan tewas dengan kondisi pinggang terikat tali dan karung berisi pasir di pinggir Pantai Tanjung Busur, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pria 58 tahun itu diduga mengakhiri hidupnya karena terlilit utang akibat judi online.

"Pinggangnya terikat erat dengan seutas tali nilon biru sepanjang dua meter, yang tersambung pada sebuah karung pakan udang berisi pasir seberat 25 kilogram (kg)," kata Kasatreskrim Polres Lombok Utara Iptu I Komang Wilandra, Selasa (16/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban pertama kali ditemukan seorang nelayan yang baru pulang menjaring ikan, Senin (15/6/2026) sore. Awalnya, saksi mengira yang dilihatnya hanya sebuah pohon hanyut.

ADVERTISEMENT

"Saat didekati, ternyata sesosok laki-laki menggunakan jaket warna cokelat yang sudah terbujur kaku," sebutnya.

Penemuan itu membuat warga sekitar heboh. Menurut Komang, korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara mengikatkan tali di pinggang dan diikatkan ke karung pasir 25 kg.

"Karung berisi pasir sengaja diikatkan ke pinggang diduga sebagai pemberat agar tubuh korban langsung tenggelam ke dasar laut," ungkapnya.

Korban mengakhiri hidupnya karena utang akibat main judi online. "Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan, termasuk isi ponsel korban, kesimpulan sementara menunjukkan korban diduga kuat sengaja mengakhiri hidupnya karena tekanan ekonomi dan beban psikologis akibat jeratan judi online," katanya.

Hasil pemeriksaan visum tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan pada tubuh korban.

"Darah yang sempat keluar dari mulut korban dikonfirmasi sebagai gejala barotrauma, kondisi dimana paru-paru mengalami tekanan hebat akibat masuknya air laut secara paksa (tenggelam)," ujarnya.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka telah membuat surat pernyataan resmi dan ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai musibah.




(nor/nor)










Hide Ads
LIVE