Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram menjaring ratusan pelajar yang tepergok bolos dan nongkrong di sejumlah warung hingga angkringan saat jam sekolah. Ratusan siswa bolos itu kemudian dihukum push-up.
"Dari beberapa kegiatan terakhir, sudah hampir 135-an orang yang terjaring. Ada pelajar SMA hingga SMP," ungkap Koordinator Operasional Satpol PP Kota Mataram, Jaya Wisnawa, saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaya mengungkapkan ratusan pelajar itu terjaring dalam dua pekan pertama Juni 2026. Ia menyebut rata-rata membolos saat jam pelajaran berlangsung.
"Mereka nongkrong di tempat-tempat yang (kebanyakan) menyediakan WIFI," imbuhnya.
Menurut Jaya, pemilik usaha seharusnya ikut mengawasi dan menegur para siswa yang berkunjung saat jam sekolah berlangsung. Adapun, beberapa titik kumpul favorit para pelajar untuk membolos berada di kawasan Jalan Gomong, belakang RSUD Kota Mataram, Jalan Udayana, hingga kawasan Mayura.
"Kami lakukan persuasif, mengimbau agar pelajar segera pulang, sembari mengingatkan pemilik warung. Kalau ketemu lagi di tempat yang sama setelah diingatkan, langsung kami suruh push-up," kata Jaya.
Selain siswa bolos, Satpol PP Mataram juga mengatensi aksi balap liar saat dini hari di wilayah tersebut. Sejumlah titik yang menjadi lokasi balap liar, antara lain Jalan Udayana, Jalan Nangka, Cakranegara, hingga Jalan Lingkar Selatan, Sekarbela.
(iws/iws)












































