Realisasi retribusi dari sektor Rumah Potong Hewan (RPH) dan pasar hewan di Kota Mataram menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2026, capaian retribusi dari sektor tersebut telah mencapai sekitar 75 persen dari target yang ditetapkan.
Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Hapiludin mengatakan, target PAD untuk RPH dan pasar hewan di tahun ini berkisar Rp 500 juta. Target retribusi ini masih sama dengan target tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Target) PAD-nya kalau tidak salah Rp 500 juta, (RPH) ini digabung sama pasar hewan. Kalau tahun-tahun kemarin PAD kita tetap terlampaui. Malah bisa sampai 150 persen," kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Hapiludin, saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).
Hapiludin mengungkapkan, realisasi retribusi RPH dan pasar hewan tahun ini terbilang moncer. Sebab, sampai pertengahan tahun, realisasi retribusinya sudah terisi tiga perempatnya.
"Posisi sekarang kayaknya lebih (bagus) dia. Pertengahan tahun bisa sampai 75 persen," jelasnya.
Sementara itu, perhitungan realisasi retribusi RPH dan pasar hewan di Kota Mataram dihitung berdasarkan tarif ekor hewan yang dipotong. Adapun perbedaan tarif potong hewan dibagi berdasarkan jenis kelamin. Jika hewan jantan dibanderol Rp 25 ribu dan betina Rp 30 ribu.
"Kalau yang per ekor itu, jantan Rp 25 ribu, dan betina Rp 30 ribu per ekor," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, diketahui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram per Maret 2026 sudah berada di angka Rp 130 miliar atau setara 19,91 persen, dari target Rp 656 miliar. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram optimis PAD tahun ini bisa mencapai target melalui beberapa OPD, hingga akhir 2026.
"Dari (target) Rp 656 miliar, baru terealisasi Rp 130 miliar lebih, atau setara 19,91 persen per bulan Maret 2026," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Muhamad Ramayoga, sebelumnya.
Ramayoga merinci realisasi pajak daerah berada di angka Rp 72 miliar, dari target Rp 311 miliar, atau setara 23,2 persen. Kemudian, realisasi retribusi baru mencapai Rp 56 miliar, dari target Rp 326 miliar, atau setara 17,3 persen.
"(Persentase di triwulan satu ini) sudah mencapai target. Targetnya kan sekitar 20 persen, ini sudah 19,91 persen," jelasnya.
(nor/nor)

