Polres Timor Tengah Utara (TTU) telah memeriksa rekan-rekan dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha yang berada di IGD RS Leona saat dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU. Icha diduga depresi berat hingga gantung diri.
Para anggota dewan yang akan diperiksa itu, Veronika Lake dari PDIP, Norbertus Bani dari PKB, dan Thrensius Lazakar dari Golkar. Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, menegaskan segera memanggil tiga anggota DPRD TTU itu untuk dimintai klarifikasi.
Eliana juga menyampaikan duka kepada keluarga atas kepergian Icha. "Pertama-tama kami dari Polres Timor Tengah Utara (TTU), mengucapkan turut berdukacita untuk seluruh keluarga besar dari keluarga dr Icha," jelasnya ditemui di rumah duka di Kupang, Sabtu (27/6/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, meski keluarga belum membuat laporan polisi, tapi kasus ini tetap diselidiki. "Kami dari Polres belum mendapatkan laporan. Namun, berdasarkan berita viral yang sudah tersebar di media sosial, kami sudah melakukan beberapa tindakan kepolisian," ujarnya.
"Kami sudah mengambil keterangan dari teman-teman dokter Icha, yang pada saat kejadian itu ada di lokasi IGD," imbuh Eliana.
Polres juga akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD, terkait pengaduan dari keluarga korban di Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU. Selain itu, polisi akan melengkapi alat bukti berupa rekam medis almarhumah saat dirawat di RSU Leona TTU serta hasil psikologis dari RSUP Ben Mboi.
"Kami akan meminta hasil rekam medis dari dokter yang menangani dokter Icha, selama dirawat di Leona serta berkoordinasi dengan Ben Mboi terkait hasil dari psikologi dari dokter Icha," katanya.
Penyelidikan kasus itu telah dimulai, termasuk menunggu kajian ahli pidana dan psikologi terkait dugana pidana.
Malam ini Polres TTU juga mengamankan aksi solidaritas tenaga kesehatan. Mereka melaksanakan doa bersama dan bakar lilin di depan kantor DPRD TTU.
"Kami dari Polres TTU berkomitmen akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional, transparan dan akan berkoordinasi terus dengan pihak keluarga korban. Jadi saya berharap keluarga menyerahkan seutuhnya kepada kami Polres TTU," tutup Eliana.
Sementara itu, keluarga meminta Pemkab TTU, Pemprov NTT, hingga IDI NTT, mengambil sikap tegas buntut meninggalnya dr. Icha. "Pertama, tiga anggota DPR ini mereka secara kejam membunuh anak kami dan kita cuman minta satu. Pimpinan DPR dengan pihak partai untuk bersikap dalam masalah ini, kalau tidak kami keluarga akan lakukan dengan cara kami akan bersikap," tegas Fabianus Banase di rumah duka.
Fabianus menuding Veronika Lake, anggota DPRD Kabupaten TTU dari Fraksi PDI Perjuangan, sebagai biang kerok yang memprovokasi kejadian awal di IGD RS Leona.
"Dia mengaku dia yang lebih paham soal SOP dalam enam jam itu sudah harus ditangani," katanya.
Saat itu dr Icha kata dia, telah melakukan penanganan pasien gigitan ular dan sedang dikoordinasikan dengan dokter spesialis bisa ular, dr. Tri Hamarani, satu-satunya di Indonesia. "Si Therens ini sudah nada tinggi, bentak," ujarnya.
dr. Icha meninggal dunia Jumat (26/6/2026) di rumah orang tuanya di Baumata, Kabupaten Kupang. Keluarga menyebut almarhumah mengalami depresi berat.
(hsa/hsa)

