Arsenal dinilai bakal tamat jika sampai kalah dalam laga melawan Manchester City. Laga kedua tim dalam lanjutan Liga Inggris akan digelar pada Minggu (19/4/2026) di Etihad Stadium. Ini menjadi kesempatan langsung buat masing-masing tim saling memberikan pukulan telak.
Bagi Man City, tak ada kesempatan lebih baik untuk memberikan 'pelajaran' ke Arsenal. Kemenangan akan membawa mereka memangkas jara jadi hanya tiga poin dengan satu laga simpanan di tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi di lain sisi, kekalahan juga praktis akan membuat kans Man City untuk mengejar secara realistis sulit terwujud. Manajer Man City Pep Guardiola tanpa ragu menyebut persaingan selesai kalau timnya kalah.
"Pastinya, kalau kami kalah, berakhir sudah. Tapi masih ada pertandingan untuk dimainkan. Kenyataannya ada tujuh laga tersisa buat kami di Premier League dan itu adalah momen menentukan," ungkapnya dikutip detikSport dari Sky Sports.
"Mungkin mereka tidak dalam performa terbaik, tapi mereka adalah satu-satunya tim Inggris di Liga Champions dan mereka jadi yang terbaik sejauh ini. Kami ingin menantang mereka."
Kedua tim sempat saling berhadapan di final Piala Liga Inggris akhir Maret lalu. Man City menang 2-0 di pertandingan tersebut.
Dalam lima pertemuan terakhir di semua ajang, hasilnya seimbang. Man City dan Arsenal masing-masing memetik satu kemenangan dan tiga pertandingan berakhir seri.
Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca selengkapnya di sini!
(hsa/hsa)

