detikBali

Proyek Rawat Inap RSUD Kota Bima Rp 35,1 M Molor dari Jadwal

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Proyek Rawat Inap RSUD Kota Bima Rp 35,1 M Molor dari Jadwal


Rafiin - detikBali

Progres pembangunan gedung rawat inap RSUD Kota Bima yang belum rampung dikerjakan, Kamis (2/7/2026). (Foto: Rafiin/detikBali)
Progres pembangunan gedung rawat inap RSUD Kota Bima yang belum rampung dikerjakan, Kamis (2/7/2026). (Foto: Rafiin/detikBali)
Bima -

Progres pembangunan gedung rawat inap RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga kini belum rampung. Padahal, proyek pembangunan yang menelan APBD mencapai Rp 35,1 miliar itu dijadwalkan tuntas pada 26 Juni lalu.

Juru Bicara Pemerintah Kota (Pemkot) Bima, Muhammad Hasyim, enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut. Hasyim mengaku masih menunggu penjelasan dari Direktur RSUD Kota Bima dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait molornya proyek gedung rawat inap itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang tunggu informasi dari Direktur RSUD dan PPK untuk memberikan klarifikasi," kata Hasyim dikonfirmasi detikBali, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan papan informasi, proyek gedung rawat inap RSUD Kota Bima tercantum nomor kontrak 445.04/17.A/RSUD-Kota/X/2025 dengan tanggal kontrak 20 Oktober 2025. Nilai kontraknya sekitar Rp 35,1 miliar dari APBD 2025-2026.

ADVERTISEMENT

Proyek pembangunan gedung rawat inap dalam rangka peningkatan kelas rumah sakit dalam rangka mendukung layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU) tersebut dikerjakan dengan sistem kontrak jamak oleh PT Citra Putera La Terang. Adapun, lama pelaksanaan 245 hari kalender.

Catatan detikBali, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sempat meninjau pembangunan RSUD Kota Bima pada Februari lalu. Kehadiran Menkes saat itu untuk memastikan peningkatan kualitas RSUD Kota Bima yang sudah rampung dikerjakan.

"Menkes ingin memastikan pembangunan dan peningkatan kualitas RSUD Kota Bima untuk mendukung layanan prioritas kanker, jantung, strok, dan urologi (KJSU) dalam program Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) berjalan sesuai harapan," kata Hasyim saat itu.

Hasyim mengatakan pembangunan bangunan induk RSUD Kota Bima mulai dikerjakan pada Mei 2025 dan rampung pengerjaan pada 26 Desember 2025. Saat ini, tahapan pengerjaannya adalah pembangunan gedung rawat inap.

"Rencananya RSUD Kota Bima akan diresmikan pada Agustus 2026 atau tepatnya setelah selesai pengerjaan gedung rawat inap," imbuh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima itu.

Diketahui, RSUD Kota Bima adalah satu dari 66 unit RSUD tipe C yang dibangun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di seluruh Indonesia. Pembangunan RSUD itu adalah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses dan pemerataan layanan kesehatan yang berkualitas.

Di Kota Bima sendiri alokasi anggaran untuk pembangunan RSUD sebesar 170 miliar bersumber dari DAK. Rinciannya Rp 150 miliar untuk pembangunan fisik bangunan dan Rp 20 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes).

RSUD tipe C ini ditujukan untuk menangani penyakit berisiko tinggi kematian seperti stroke, ginjal, jantung, hingga kanker. Dengan adanya rumah sakit itu, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.




(iws/iws)











Hide Ads