detikBali

Iran Seperti Diusir dari AS di Piala Dunia 2026, Merasa Tim Paling Tertindas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Iran Seperti Diusir dari AS di Piala Dunia 2026, Merasa Tim Paling Tertindas


Mohammad Resha Pratama - detikBali

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group G - Iran v New Zealand - Los Angeles Stadium, Inglewood, California, U.S. - June 15, 2026 Iran coach Amir Ghalenoei walks out onto the pitch during the warm up before the match REUTERS/Daniel Cole
Pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei. (Foto: REUTERS/DANIEL COLE)
Denpasar -

Timnas Iran meluapkan kekesalannya terhadap perlakuan yang mereka terima selama Piala Dunia 2026. Pelatih Amir Ghalenoei bahkan menyebut Tim Melli sebagai tim yang paling tertindas di turnamen setelah dipaksa bolak-balik Amerika Serikat-Meksiko dan terus dibayangi persoalan visa.

Masalah itu sudah menghantui Iran sejak sebelum turnamen dimulai. Mereka sempat dilarang masuk ke Amerika Serikat sehingga harus memindahkan markas tim ke Tijuana, Meksiko.

Padahal, seluruh pertandingan Iran digelar di Negeri Paman Sam. Iran akhirnya mendapat izin masuk ke AS, tetapi dengan pembatasan ketat. Mereka hanya diperbolehkan masuk pada hari pertandingan dan diwajibkan kembali ke Meksiko setelah laga melawan Selandia Baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum selesai sampai di situ, sejumlah ofisial timnas dan suporter Iran juga tidak mendapat izin masuk. Iran bahkan masih menghadapi persoalan visa menjelang pertandingan kedua melawan Belgia pada Senin (22/6) dini hari WIB.

ADVERTISEMENT

Situasi tersebut membuat kubu Iran geram. Mereka menilai perlakuan yang diterima tidak pernah dialami tim peserta lain sepanjang sejarah Piala Dunia.

"Kami tidak tahu mengapa mereka memaksa pulang kami. Saya rasa ini sangat aneh. Sepertinya orang lain yang merencanakan semuanya untuk kami, keputusan dibuat di tempat lain," kata Ghalenoei, dilansir dari detikSport, Rabu (27/6/2026).

Menurut Ghalenoei, Iran juga tidak diizinkan tiba lebih awal untuk mempersiapkan pertandingan sebagaimana lazimnya tim peserta Piala Dunia.

"Kami seharusnya tiba dua malam sebelum laga, tetapi tidak diizinkan. Kami seharusnya menginap malam ini dan kembali besok siang, tetapi saya tidak tahu alasannya," sambungnya.

Pembatasan tersebut turut berdampak pada aspek teknis tim. Iran kehilangan sebagian staf yang biasanya membantu operasional pertandingan.

"Dulu kami memiliki sebagian tim pelatih untuk membantu pergantian pemain, tetapi [sekarang] kami tidak memilikinya. Banyak orang di bidang teknis harus menangani hal itu," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads