detikBali

Skandal Pemerkosaan Kapten Timnas Cape Verde yang Lolos 32 Besar Piala Dunia

Terpopuler Koleksi Pilihan

Skandal Pemerkosaan Kapten Timnas Cape Verde yang Lolos 32 Besar Piala Dunia


Yanu Arifin - detikBali

HOUSTON, TX - JUNE 26: Ryan Mendes #20 of Cabo Verde signals to his teammate after missing the read on a crossing attempt during the FIFA World Cup 2026 Group H match between Cabo Verde and Saudi Arabia on June 26, 2026, at Houston Stadium in Houston, Texas. (Photo by David Buono/Icon Sportswire via Getty Images).
Kapten Cape Vrde, Ryan Mendes. (Foto: David Buono/Icon Sportswire via Getty Images)
Denpasar -

Timnas Cape Verde lolos ke babak 32 besar dalam debutnya sebagai kontestan Piala Dunia 2026. Di tengah euforia tersebut, kapten Cape Verde, Ryan Mendes, tersandung skandal pemerkosaan.

Dilansir dari detikSport, kasus dugaan pemerkosaan yang menyeret Mendes tengah diselidiki. Hal itu dilakukan pesepakbola berusia 36 tahun tersebut sebelum tampil di Piala Dunia 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media Brasil, O Globo, melaporkan Mendes diduga melakukan pemerkosaan itu di Selandia Baru. Dugaan pemerkosaan itu terjadi pada akhir Maret lalu di tengah turnamen persahabatan yang melibatkan Cape Verde bersama Chile dan tim tuan rumah.

Mendes disebut memperkosa penerjemah asal Brasil, yang ditunjuk bertugas di ajang tersebut. Menurut kesaksiannya, korban mengaku diserang Mendes saat diundang ke acara tim di sebuah hotel di Auckland.

ADVERTISEMENT

Ryan Mendes disebut memasuki kamarnya, mencekik, memukul, dan menggigitnya sebelum memperkosa penerjemah tersebut. Korban bersama suaminya lantas melaporkan kasus tersebut ke federasi Cape Verde dan FIFA. Mereka juga menyertakan foto-foto sebagai bukti.

Korban berharap Mendes segera dicoret Timnas Cape Verde dan dilarang ke Piala Dunia 2026. Namun, pejabat federasi Cape Verde mengirim pesan WhatsApp yang menyebut kasus tersebut murni urusan pribadi Mendes dan bukan ranah federasi.

Pada 10 April, korban kemudian melaporkan Mendes ke polisi. Laporan forensik menunjukkan adanya memar di payudara, leher, bibir, kulit kepala, bokong, serta luka dan cedera di area genital.

Kasus ini juga sempat dilaporkan Federasi Sepakbola Selandia Baru ke FIFA pada Mei lalu atau sebelum Piala Dunia 2026 bergulir. Kepala Eksekutif Badan Sepak Bola Oseania, Andrew Pragnell, menegaskan federasi internasional tersebut terus memantau proses hukum tersebut.

Jika mengacu pada undang-undang Selandia Baru, Mendes bisa dikenakan sanksi berat hingga 20 tahun penjara. Sejauh ini, Federasi Sepakbola Cape Verde masih bungkam.

Mendes sendiri merupakan pemain penting di Cape Verde. Ia memegang rekor jumlah caps sebanyak 101 kali bermain dan top skor sepanjang masa negara tersebut dengan 22 gol. Pada fase grup Piala Dunia 2026, pemain yang membela tim divisi dua Turki, Igdir, itu tampil di tiga pertandingan melawan Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.

Kasus ini mencuat di tengah keberhasilan Cape Verde lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Blue Sharks itu tampil solid di Grup H, termasuk meredam tim kuat Spanyol 0-0 dan Uruguay 2-2. Pasukan Bubista lolos dengan status runner up di bawah Tim Matador.

Pada babak 32 besar, Cape Verde akan melawan juara bertahan Argentina. Duel Argentina vs Cape Verde bakal digelar pada Sabtu (4/7/2026) WIB.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE