detikBali

Aan Secret Waterfall: Destinasi di Klungkung yang Dipertahankan Tetap Sepi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Aan Secret Waterfall: Destinasi di Klungkung yang Dipertahankan Tetap Sepi


Sui Suadnyana, Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Aan Secret Waterfall di Desa Wisata Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Foto: Aan Secret Waterfall di Desa Wisata Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Klungkung -

Aan Secret Waterfall di Desa Wisata Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, tak pernah ramai dikunjungi wisatawan. Sejak dirintis pada 2018, yang datang setiap bulan tak pernah lebih dari 20 orang.

Pengelola Aan Secret Waterfall, I Nyoman Karyasa (55), mengungkap alasan sepinya pengunjung. Menurutnya, hal itu sebagai upaya dalam mengedepankan kualitas daripada kuantitas.

Aan Secret Waterfall, tutur Karyasa, sejak awal mengusung konsep alami. Walhasil, dalam pengelolaan, Karyasa mengupayakan agar destinasi wisata itu tidak menjadi ramai dan viral dalam waktu singkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orientasi nggak perlu banyak. Saya mengikuti alur alam. Kayak pohon, mengharapkan buahnya lebat, tetapi akarnya tidak kita pikirkan, robohlah dia," kata Karyasa kepada detikBali saat ditemui di pintu masuk Aan Secret Waterfall, Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT
Foto: Pengelola Aan Secret Waterfall, I Nyoman Karyasa (55), saat ditemui di pintu masuk Aan Secret Waterfall, Rabu (6/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)

Konsep alami yang dimaksud Karyasa memang sejalan dengan awal mula ia menyulap lokasi air terjun tersebut. Sebelum layak menjadi wisata alam, lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah. Bersama sejumlah warga, Karyasa membersihkan gunungan sampah lalu membuat jalan ke lokasi kurang lebih selama dua bulan.

Pengunjung yang berlibur ke Aan Secret Waterfall harus menuruni perbukitan kurang lebih sepanjang 100 meter, lalu menelusuri jalan setapak sepanjang kurang lebih 400 meter. Lokasinya yang sulit dijangkau menjadi alasan destinasi itu diberi nama 'Air Terjun Tersembunyi'.

"Namanya 'Secret Waterfall' karena tersembunyi dari pikiran, lokasinya tersembunyi di balik tebing, dan sebelumnya menjadi tempat orang sembunyi-sembunyi membuang sampah," terang Karyasa.

Sampai saat ini, menurut Karyasa, tetap ada wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung, antara 10 sampai 20 orang. Selain ke air terjun, warung Aan Secret Waterfall yang menjadi pintu masuk juga tetap ramai karena tongkrongan muda-mudi pada sore.

Kepala Desa (Kades) Aan, Wayan Wira Adyanya, menerangkan masih terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kekurangan sumber daya manusia (SDM) pengelola.

Sejak diresmikan menjadi desa wisata, Desa Aan memiliki empat destinasi, yakni Aan Secret Waterfall, Batu Kembar, Petapan Park, dan Pesiraman. Kondisi keempat destinasi hampir sama.

"Ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) kami. Selain itu, kami juga memang menginginkan agar terlebih dahulu siap secara SDM sehingga ketika ramai tidak kelabakan. Jadi kami pelan-pelan saja," terang Wira.




(hsa/hsa)










Hide Ads