Cape Verde (Cabo Verde) atau Tanjung Verde tengah menjadi perbincangan usai berhasil menahan imbang tim sepak bola Spanyol pada pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung Senin (15/6/2026). Namun, pernahkah detikers mendengar nama Cape Verde?
Mengutip Britannica, Cape Verde merupakan negara kepulauan yang terletak di Afrika Barat. Nama negara ini diambil dari lokasinya di tanjung paling barat di Afrika dan memiliki sembilan pulau berpenghuni, satu pulau tak berpenghuni, dan berbagai pulau kecil lainnya.
Negara dengan Populasi Setengah dari Jakarta Pusat
Secara geografis, Cape Verde cukup terpencil karena berada di Samudra Atlantik. Populasinya sekitar 550 ribu jiwa atau setara setengah populasi di Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibu kota Cape Verde adalah Praia di Santiago. Mirip seperti Indonesia, Cape Verde memiliki pulau-pulau yang memiliki gunung aktif, di antaranya Gunung Pico di Pulau Fogo setinggi 2.829 meter dan Gunung Tope de Coroa dengan ketinggian 1.979 meter.
Meski secara geografis termasuk negara 'kecil', di bidang sepak bola, Cape Verde mendadak mengguncangkan dunia. Tim nasional negara tersebut lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia, tepatnya tahun ini, yang berlangsung di Meksiko dan Amerika Serikat.
Bahkan pada pertandingan pertamanya melawan tim unggulan Spanyol, Timnas Cape Verde berhasil menahan imbang. Pencapaian ini pun disorot oleh banyak media, termasuk di Indonesia.
Bagaimana Pendidikan di Cape Verde?
Dalam laporan "Global Education Index" tahun 2024, sepuluh negara di Afrika tercatat memiliki pendidikan terburuk, mulai dari Sierra Leone hingga Mali. Namun, tidak ada Cape Verde di dalam daftar tersebut.
Menurut UNESCO, Cape Verde tidak berpartisipasi dalam penilaian internasional, sehingga sering tidak muncul dalam indikator pembangunan pendidikan global. Meski begitu, ada laporan nasional dari World Bank yang memberikan informasi mengenai pendidikan di Cape Verde.
Salah satunya, data mengenai tingkat literasi usia dewasa yang cukup tinggi. Namun, sama seperti negara Afrika lainnya, tantangan pemerataan kualitas pendidikan, ekonomi, hingga kemampuan matematika siswa masih terus dihadapi di tingkat sekolah.
Laporan UNICEF menunjukkan bahwa Cabo Verde telah berfokus pada perkembangan anak usia dini. Negara ini telah memperkuat kapasitas kelembagaannya untuk menyediakan layanan pendidikan berkualitas bagi anak-anak usia 0-3 dan 4-5 tahun.
Kemudian, pemerintah Cabo Verde juga melakukan orientasi tindakan strategis, holistik, dan spesifik untuk universalisasi dan peningkatan kualitas pendidikan prasekolah telah diuraikan dalam Dokumen Kebijakan dan Rencana Aksi (2019-2022) untuk prasekolah.
Sementara itu, di tingkat pendidikan tinggi, negara kepulauan ini juga memiliki beberapa kampus, salah satunya Universitas Cabo Verde (Uni-CV).
(faz/twu)











































