Salah satu prestasi baik kembali ditorehkan oleh seorang anak bangsa. Ia adalah Maryam, siswa asal MAN 1 Pekanbaru.
Maryam berhasil diterima di 22 kampus top luar negeri. Berbagai kampus tersebut tersebar di sejumlah negara, khususnya di Australia.
"Saya sangat bersyukur bisa diterima di berbagai kampus luar negeri," katanya, dikutip dari unggahan Instagram @pendiskemenag, Senin (8/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daftar Kampus yang Menerima Maryam
Maryam diterima di berbagai kampus dengan ragam prodi tujuan juga. Berikut daftarnya:
1. Monash University (Australia) - Program Applied Data Science Advanced.
2. Briar Cliff University - Bidang Environmental Science.
3. University of Adelaide - Program Bachelor of Science.
4. Macquarie University - Bidang Biotechnology.
5. Curtin University - Bidang Biomedical Sciences.
6. University of Wollongong - Program in Nutrition Science.
7. Deakin University - Bidang Biomedical Science.
8. Massey University - Program in Food Technology.
9. University of Canterbury - Bidang Environmental Science.
10. The University of Waikato - Program Environmental Sciences & Biomedical Sciences.
11. Auckland University of Technology Food Science & Biomedical Science.
12. University of Southern Queensland - Food & Beverage Science.
13. Western Sydney University - Applied Data Science.
14. Charles Darwin University - Program Bachelor of Science.
15. Bond University - Bidang Biomedical Science.
16. Leeds Beckett University - Data Science and Artificial Intelligence.
17. University of St. Thomas - Neuroscience pada Biochemistry.
18. Caldwell University - Program in Biology - Forensic Track.
19. Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) - Bachelor of Science.
20. Swinburne University of Technology - Bidang Biomedical Science.
21. Coventry University - Bidang Biomedical Science.
22. DePaul University - Biochemistry.
Raih 4 Beasiswa Bergengsi
Selain itu, Maryam juga meraih empat beasiswa bergengsi, yakni Academic Merit Scholarship, STEM Scholarship, International Student Support Scholarship, dan CDU Global Merit Scholarship.
"Tentunya perjalanan ini tidak mudah kerena harus membagi waktu antara madrasah, persiapan dokumen, dan berbagai persyaratan lainnya," kata Maryam
Maryam sendiri mengikuti kelas Program Cambridge MAN 1 Pekanbaru. Namun, menurutnya usaha yang dilakukan berhasil karena ditambah dengan doa dari orang tua dan para guru.
Koordinator Bimbingan Konseling MAN 1 Pekanbaru, Yogi Nurfa Paramitasari, menyebut proses persiapan Maryam memang tidak instan. Ia dan siswa lain digodok sedari awal dalam menentukan minat dan pilihan kampus mereka.
"Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Mereka melewati proses yang panjang dan penuh tantangan. Kami di BK berupaya mendampingi murid agar mampu menemukan potensi terbaiknya dan percaya diri untuk mendaftar ke kampus-kampus internasional," katanya.
(cyu/faz)










































