Survei Ipsos 2025: Gen-Z dan Milenial Suka Sains, Boomers Favoritnya Sejarah

ADVERTISEMENT

Survei Ipsos 2025: Gen-Z dan Milenial Suka Sains, Boomers Favoritnya Sejarah

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 17 Jan 2026 09:00 WIB
Survei Ipsos 2025: Gen-Z dan Milenial Suka Sains, Boomers Favoritnya Sejarah
Ilustrasi Perang Banjar. Foto: JP de Veer/wikimedia commons.
Jakarta -

Generasi Baby Boomers ternyata suka mata pelajaran (mapel) sejarah. Data ini diungkap dalam laporan "Ipsos Education Monitor 2025" lalu.

Ipsos merupakan perusahaan riset pasar dengan kantor pusat di Prancis. Terdapat 23.700 orang dewasa pengguna internet di bawah usia 75 tahun yang terlibat dalam survei. Wawancara dilakukan di 30 negara pada 20 Juni hingga 4 Juli 2025.

Mapel Favorit Boomers sampai Gen-Z

Berdasarkan riset tersebut, ini urutan mapel favorit dari generasi Baby Boomers sampai Gen-Z saat masih sekolah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Baby Boomers

  • Sejarah: 48%
  • Matematika: 33%
  • Sains: 25%
  • Geografi: 24%
  • Bahasa tertentu: 19%

2. Gen-X

  • Sejarah: 31%
  • Sains: 23%
  • Geografi: 21%
  • Matematika: 19%
  • Olahraga: 19%

3. Milenial

  • Sains: 41%
  • Sejarah: 30%
  • Matematika: 28%
  • Ilmu komputer: 24%
  • Seni: 19%

4. Gen-Z

  • Sains: 32%
  • Matematika: 32%
  • Sejarah: 28%
  • Geografi: 24%
  • Seni: 19%

Mapel Paling Tidak Disukai Boomers sampai Gen-Z

1. Baby Boomers

  • Agama: 41%
  • Matematika: 31%
  • Bahasa asing: 27%
  • Seni: 25%
  • Sains: 25%

2. Gen-X

  • Matematika: 37%
  • Agama: 28%
  • Olahraga: 25%
  • Seni: 24%
  • Bahasa asing: 19%

3. Milenial

  • Matematika: 35%
  • Olahraga: 29%
  • Agama: 27%
  • Bahasa asing: 18%
  • Sejarah: 15%

4. Gen-Z

  • Agama: 30%
  • Olahraga: 22%
  • Sains: 22%
  • Matematika: 19%
  • Geografi: 17%

Responen Survei

Secara umum di seluruh dunia, mapel favorit semua orang adalah sejarah; matematika; dan sains. Namun, dalam kategori mapel paling tidak disukai, matematika juga termasuk, diikuti oleh mapel agama dan sejarah.

ADVERTISEMENT

Ipsos mewawancarai 23.700 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas di India. Di samping itu, sampel terdiri dari orang dewasa berusia 18-74 tahun di Kanada, Republik Irlandia, Israel, Malaysia, Afrika Selatan, Turki, dan Amerika Serikat.

Ipsos juga melakukan survei terhadap orang dewasa berusia 20-74 tahun di Thailand, 21-74 tahun di Indonesia dan Singapura, serta penduduk berusia 16-74 tahun di negara-negara lain.

Kemudian, terdapat sampel yang terdiri dari sekitar 2.000 orang dari Jepang serta 1.000 orang masing-masing dari Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Italia, Meksiko, Spanyol, dan AS.

Ada juga sampel 500 individu masing-masing dari Argentina, Chili, Kolombia, Hongaria, Indonesia, Irlandia, Malaysia, Belanda, Peru, Polandia, Rumania, Singapura, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Thailand, dan Turki.

Responden dari India terdiri dari sekitar 2.200 orang. Sekitar 1.800 orang diwawancarai secara tatap muka dan 400 diwawancarai secara daring. Responden di Argentina, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Hongaria, Italia, Jepang, Belanda, Polandia, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, dan AS dapat dianggap mewakili populasi dewasa umum. Mereka di bawah usia 75 tahun.

Sementara, sampel di Brasil, Chili, Kolombia, Indonesia, Irlandia Malaysia, Meksiko, Peru, Rumania, Singapura, Afrika Selatan, Thailand, dan Turki lebih urban, lebih terdidik, dan/atau lebih makmur dibanding populasi umum. Ipsos mengatakan hasil survei untuk negara-negara ini harus dilihat mencerminkan pandangan segmen populasi yang lebih "terhubung".




(nah/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads