Hanya Satu Ayat, Doa Ini Bisa Jadi Hadiah Terbaik untuk Orang Tua

Hanya Satu Ayat, Doa Ini Bisa Jadi Hadiah Terbaik untuk Orang Tua

Kristina - detikHikmah
Senin, 29 Jun 2026 06:30 WIB
Portrait of asian muslim child raising hand and praying in the mosque
Ilustrasi seorang anak memanjatkan doa untuk orang tua. Foto: Getty Images/iStockphoto/leolintang
Jakarta -

Doa anak saleh akan menjadi pahala yang tak terputus bagi orang tua meski telah meninggal dunia. Di antara banyaknya doa, ada satu ayat dalam Al-Qur'an yang bisa menjadi hadiah terbaik untuk orang tua.

Doa untuk orang tua tersebut terdapat dalam Al-Qur'an surah Al Isra ayat 24. Allah SWT sendiri yang memerintahkan hamba-Nya memanjatkan doa ini. Dia berfirman,

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."

ADVERTISEMENT

Berikut bacaan doa untuk orang tua mengacu pada surah Al Isra ayat 24 lengkap tulisan Arab, latin, dan artinya.

Doa Terbaik untuk Orang Tua dalam Surah Al Isra Ayat 24

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

Rabbirḥamhumā kamā rabbayānī ṣagīrā(n).

Artinya: "Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil."

Tafsir Surah Al Isra Ayat 24

Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, surah Al Isra ayat 24 berisi tentang perintah Allah SWT kepada kaum muslimin agar bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang kepada kedua orang tuanya.

Maksud sikap rendah hati dalam ayat ini adalah menaati perintah orang tua selama perintah itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan agama. Sikap taat ini merupakan tanda kasih sayang dan hormatnya seorang anak kepada orang tua, terutama ketika orang tua sangat membutuhkan pertolongan anaknya. Sikap rendah hati ini harus dilakukan dengan penuh kasih sayang, bukan dibuat-buat melainkan timbul dari hati nurani.

Pada akhir ayat, Allah SWT memerintahkan kaum muslimin mendoakan orang tua mereka agar dilimpahkan kasih sayang sebagai balasan atas kasih sayang orang tua dalam mendidik anaknya.

Perintah ini juga disampaikan Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, beliau memerintahkan jihad dengan cara berbakti kepada orang tua yang masih hidup.

عَنْ عَبْدِ اللّٰهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ: أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْذِنُهُ فِى الْجِهَادِ فَقَالَ أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قُلْتُ نَعَمْ، قَالَ فَفِيْهِمَا فَجَاهِدْ. (رواه مسلم والبخاري فى الأدب)

Artinya: Diriwayatkan dari 'Abdullāh bin 'Umar bahwa sesungguhnya telah datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW meminta izin kepadanya, agar diperbolehkan ikut berperang bersamanya, lalu Nabi bersabda, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Orang laki-laki itu menjawab, "Ya." Nabi bersabda, "Maka berjihadlah kamu dengan berbakti kepada kedua orang tuamu." (HR Muslim dan Bukhari dalam Bab al-Adab)

Rasulullah SAW juga pernah mengatakan bahwa berbuat baik kepada orang tua adalah amalan yang paling dicintai Allah SWT. Ibnu Mas'ud meriwayatkan:

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهِ؟ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا، قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. (رواه البخاري و مسلم عن ابن مسعود)

Artinya: Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, "Amal yang manakah yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya?" Rasulullah menjawab, "Melakukan salat pada waktunya." Saya bertanya, "Kemudian amal yang mana lagi?" Rasulullah menjawab, "Berbuat baik kepada kedua ibu bapak." (HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)

Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Meninggal

Berbakti kepada orang tua tak hanya berhenti ketika mereka masih hidup. Rasulullah SAW memerintahkan terus berbakti sekalipun sudah meninggal dunia.

Cara berbakti kepada orang tua yang telah meninggal, seperti dikatakan Rasulullah SAW, bisa dilakukan dengan berdoa, memintakan ampun bagi mereka, menunaikan janji-janjinya, menghormati teman-teman mereka, dan menyambung tali silaturahmi.

أَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ: هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْئٌ أَبِرُّهُمَا بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ نَعَمْ، خِصَالٌ أَرْبَعٌ: الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالْإِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيْقِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لَا رَحِمَ لَكَ إِلاَّ مِنْ قِبَلِهِمَا، فَهٰذَا الَّذِى بَقِيَ عَلَيْكَ مِنْ بِرِّهِمَا بَعْدَ مَوْتِهِمَا. (رواه ابن ماجه عن أبي أسيد)

Artinya: Rasulullah SAW ditanya, "Masih adakah kebaktian kepada kedua orang tuaku, setelah mereka meninggal dunia?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, masih ada empat perkara, mendoakan ibu bapak itu kepada Allah, memintakan ampun bagi mereka, menunaikan janji mereka, dan menghormati teman-teman mereka serta menghubungkan tali persaudaraan dengan orang-orang yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan kamu kecuali dari pihak mereka. Maka inilah kebaktian yang masih tinggal yang harus kamu tunaikan, sebagai kebaktian kepada mereka setelah mereka meninggal dunia." (HR Ibnu Majah dari Abu Usaid)




(kri/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads