Sebanyak 2.280 ton beras dikirim untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 2026. Ekspor tersebut dilaksanakan oleh Perum Bulog sebagai pelaksana teknis.
Kebijakan ini merupakan hasil keputusan rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan serta keputusan Badan Pangan Nasional.
Volume ekspor disesuaikan dengan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini yang diperkirakan mencapai sekitar 205.420 orang, termasuk jemaah reguler dan petugas haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menilai ekspor tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat penggunaan produk nasional untuk kebutuhan jemaah.
"Ini menjadi pecah telur setelah bertahun-tahun penantian agar beras Indonesia dapat digunakan untuk konsumsi jemaah haji di Arab Saudi," kata Jaenal Effendi, dikutip dari laman resmi Kemenhaj (6/3).
Beras Hasil Panen Baru
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa beras yang diekspor merupakan hasil panen baru dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Beras tersebut diproses langsung tanpa menggunakan stok lama dari gudang.
"Beras yang dikirim memiliki kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi Bulog," ujarnya.
Proses pengolahan dilakukan di empat fasilitas produksi, yaitu pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik Bulog di Karawang dan Subang.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ekspor ini didukung oleh kondisi produksi dan stok beras nasional yang sangat kuat.
Pada Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai 3,7 juta ton, yang merupakan jumlah tertinggi dalam sejarah pada periode yang sama.
Anggota Komisi IV DPR RI Abdul Kharis juga mengapresiasi langkah kolaboratif lintas kementerian tersebut.
"Ini bukan hanya memenuhi kebutuhan jemaah, tetapi juga membuka captive market beras Indonesia di luar negeri," ujarnya.
Pengiriman beras direncanakan melalui tiga jalur pelayaran yaitu Hyundai, Wan Hai, dan Kota Sejati dengan tujuan pelabuhan Jeddah.
(dvs/lus)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan