423 Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Siap Bantu Layanan Jemaah Haji 2026

Kabar Haji Bersama Promag Herbal

423 Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Siap Bantu Layanan Jemaah Haji 2026

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 20 Apr 2026 12:30 WIB
Jemaah haji Indonesia di Bandara Jeddah
Ilustrasi jemaah haji Indonesia (Foto: Dok. Tim Media Center Haji Kemenag)
Jakarta -

Sebanyak 423 tenaga pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperkuat layanan bagi calon jemaah haji Indonesia jelang keberangkatan pertama. Selain itu, mereka juga memastikan kelancaran seluruh fasilitas, utamanya di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan bandara.

Ratusan tenaga pendukung itu terdiri dari petugas mukimin dan mahasiswa. Mereka mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai bagian dari pemantapan tugas. Teaga pendukung PPIH tersebut dipersiapkan untuk membantu berbagai aspek layanan, termasuk penyambutan bandara di jemaah, pendampingan di sektor serta pelayanan langsung kepada jemaah, utamanya lansia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penuturan Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah Soeharyo Tri Sasongko, adanya tenaga pendukung PPIH Arab Saudi berperan vital untuk mendukung kinerja PPIH secara keseluruhan.

"Tenaga pendukung ini menjadi ujung tombak di lapangan karena mereka langsung bersentuhan dengan jemaah, sehingga dituntut sigap, ramah dan profesional dalam memberikan pelayanan," katanya dikutip dari kantor berita Antara, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Soeharyo menguraikan, tenaga pendukung disebar ke dua daker utama yaitu bandara dan Madinah. Mereka juga ditempatkan di titik-titik strategis untuk turun tangan langsung membantu jemaah.

Tenaga pendukung PPIH Arab Saudi itu juga dibekali pemahaman mengenai prosedur layanan tertentu, misalnya koordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta dukungan terhadap implementasi layanan rute Makkah agar pelayanan makin efektif dan terintegrasi.

Seluruh tenaga pendukung PPIH Arab Saudi diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan kreativitas dalam memberikan pelayanan prima kepada jemaah. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf.




(aeb/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads