Sejarah Penamaan Bulan Syaban, Begini Asal Usul dan Keistimewaannya

Sejarah Penamaan Bulan Syaban, Begini Asal Usul dan Keistimewaannya

Tia Kamilla - detikHikmah
Sabtu, 24 Jan 2026 07:00 WIB
Sejarah Penamaan Bulan Syaban, Begini Asal Usul dan Keistimewaannya
Ilustrasi bulan Syaban. Foto: Getty Images/pictafolio
Jakarta -

Umat Islam saat ini sudah memasuki bulan Syaban, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Bulan Syaban memiliki sejarah penamaan yang berkaitan dengan tradisi masyarakat Arab sebelum Islam.

Nama bulan dalam kalender Hijriah ini tidak sekadar sebutan, tetapi mengandung makna dan latar belakang tertentu.

Lantas, mengapa bulan ini dinamakan Syaban? Berikut penjelasan mengenai sejarah penamaan bulan Syaban yang disajikan secara ringkas dan mudah dipahami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makna dan Sejarah Penamaan Bulan Syaban

Secara bahasa, bulan ini dinamakan Syaban karena posisinya berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Dalam bahasa Arab, bentuk jamak dari Syaban adalah Syabanat dan Syaabin.

Seperti bulan-bulan lain dalam kalender Arab, penamaan bulan Syaban sudah ada sejak masa Jahiliyah. Pada masa itu, orang Arab memberi nama bulan berdasarkan peristiwa atau kebiasaan yang terjadi di dalamnya. Keterangan ini dikutip dari situs resmi MUI Digital.

ADVERTISEMENT

Kata Syaban memiliki makna percabangan atau perpisahan. Seorang ahli bahasa, Abu Abbas Ahmad bin Yahya Tsalab, menjelaskan bahwa bulan Syaban dinamakan demikian karena letaknya yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadan.

Berada di antara dua bulan tersebut, Syaban dikenal sebagai waktu bagi umat Islam untuk bersiap menyambut Ramadan, salah satunya dengan memperbanyak ibadah seperti mengingat dan membaca Al-Qur'an.

Secara sejarah, bulan Syaban telah dikenal sejak sekitar tahun 412 Masehi, yaitu pada masa pemerintahan Kilab bin Murrah, kakek kelima Nabi Muhammad SAW. Penamaan bulan ini, sebagaimana bulan-bulan Arab lainnya, dilakukan sejak zaman Jahiliyah.

Pada masa itu, orang-orang Arab biasa berpencar ke berbagai wilayah pada bulan Syaban. Mereka menyebar untuk mencari air dan kebutuhan hidup lainnya.

Ada pula yang menyebutkan bahwa pada bulan ini mereka kembali melakukan penyerangan setelah menahan diri selama bulan Rajab yang disucikan.

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa penamaan Syaban berkaitan dengan kebiasaan kabilah-kabilah Arab yang berpencar untuk mendatangi para raja dan meminta bantuan. Ada juga yang menyatakan bahwa mereka menyebar untuk mencari air dan padang rumput.

Sejalan dengan hal ini, merujuk buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, Syaban berarti bergerombol atau berkelompok. Makna ini berkaitan dengan kebiasaan orang-orang Arab pada masa dahulu.

Pada bulan Syaban, mereka mulai kembali berkumpul dan bergerombol untuk melakukan peperangan dan penyerangan, setelah sebelumnya tinggal di rumah selama bulan Rajab karena dilarang berperang. Sebelum dikenal dengan nama Syaban, bulan ini disebut sebagai bulan adil.

Sebagai bulan yang berada di antara dua bulan istimewa, Syaban memiliki keutamaan tersendiri. Nabi Muhammad SAW diketahui banyak melaksanakan puasa pada bulan ini.

Namun, tanpa disadari, bulan Syaban sering terlewatkan oleh banyak orang karena berada di antara Rajab dan Ramadan.

Padahal, Syaban merupakan bulan ketika amal-amal manusia disampaikan kepada Allah SWT dan menjadi waktu ditampakkannya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Apa Saja Keistimewaan Bulan Syaban?

Bulan Syaban memiliki sejumlah keistimewaan yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Berikut beberapa keistimewaan bulan Syaban yang perlu diketahui.

1. Bulan Diangkatnya Amal Manusia

Bulan Syaban dikenal sebagai waktu diangkatnya seluruh amal perbuatan manusia kepada Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Dawud, Imam Nasa'i, dan Imam Ibnu Khuzaimah.

Dari Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya, "Wahai Rasulullah SAW, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Syaban (karena seringnya)," beliau menjawab, "Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa."

2. Adanya Malam Nisfu Syaban

Di bulan Syaban terdapat satu malam yang istimewa, yaitu malam Nisfu Syaban yang jatuh pada pertengahan bulan, tepatnya malam tanggal 15 Syaban. Keutamaan malam ini dijelaskan dalam hadits berikut.

Sayyidah Aisyah RA berkata, "Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam. Kemudian aku keluar dan aku menemukan beliau di pemakaman Baqi' Al-Gharqad." Maka beliau bersabda, "Apakah engkau khawatir Allah dan Rasul-Nya akan menyia-nyiakanmu?" Kemudian aku berkata, "Tidak wahai Rasulullah SAW, sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian istri-istrimu."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda,

"Sesungguhnya Allah menyeru hamba-Nya di malam Nisfu Syaban kemudian mengampuninya dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba Bani Kilab." (HR Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Ibnu Hibban)

3. Syaban Disebut sebagai Bulan Rasulullah SAW

Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW menyebut bulan Syaban sebagai bulan yang dinisbatkan kepada beliau. Hal ini disebutkan dalam hadits berikut,

"Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku."

Namun demikian, para ulama menjelaskan bahwa hadits ini berstatus dhaif atau lemah.

4. Bulan yang Dipenuhi Ampunan Allah SWT

Mengacu pada buku Mana Dalil Malam Nisfu Syaban? karya Ustaz Ma'ruf Khozin, bulan Syaban juga dikenal sebagai bulan yang penuh dengan ampunan Allah SWT. Hal ini didasarkan pada hadits berikut,

"(Hadits) Jika ada malam pertengahan dari bulan Syaban, maka Allah memperhatikan makhluk-Nya dengan penuh rahmat. Allah akan mengampuni orang yang beriman, menangguhkan orang kafir, dan meninggalkan orang yang iri dengan sifat iri hatinya hingga mereka meninggalkannya."

5. Keutamaan Puasa di Bulan Syaban

Merujuk buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa, Puasa di bulan Syaban memiliki keutamaan khusus. Hal ini dijelaskan dalam riwayat dari Usamah bin Zaid RA. Ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW,

"Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban."

Rasulullah menjawab, "Bulan itu (Syaban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa." (HR. Abu Dawud dan Nasa'i)

6. Turunnya Perintah Bershalawat kepada Nabi SAW

Salah satu keistimewaan bulan Syaban adalah turunnya perintah Allah SWT kepada umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah ini tertuang dalam Al-Qur'an dan menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa memuliakan Rasulullah SAW.

7. Bulan Berubahnya Arah Kiblat

Bulan Syaban juga menjadi waktu penting dalam sejarah Islam karena terjadinya perubahan arah kiblat. Pada bulan ini, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk mengubah arah salat dari Baitul Maqdis menuju Ka'bah di Makkah.

Perintah tersebut dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surah Al-Baqarah ayat 144,

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Latin: Qad narā taqolluba wajhika fis-samā'(i), fa lanuwalliyannaka qiblatan tarḍāhā, fawalli wajhaka syaṭral-masjidil-ḥarām(i), wa ḥaiṡumā kuntum fawallū wujūhakum syaṭrah(ū), wa innal-lażīna ūtul-kitāba laya'lamūna annahul-ḥaqqu mir rabbihim, wa mallāhu bigāfilin 'ammā ya'malūn(a).

Artinya: "Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."




(inf/inf)
Syaban Istimewa

Syaban Istimewa

32 konten
Bulan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah yang menjadi penghubung antara Rajab dan Ramadan. Syaban dikenal sebagai bulan persiapan spiritual, di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah, seperti puasa sunah hingga sedekah
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads