Hukum Sholat Nisfu Syaban Sendiri di Rumah dan Tata Caranya

Hukum Sholat Nisfu Syaban Sendiri di Rumah dan Tata Caranya

Tia Kamilla - detikHikmah
Senin, 02 Feb 2026 11:45 WIB
Hukum Sholat Nisfu Syaban Sendiri di Rumah dan Tata Caranya
Ilustrasi mengerjakan sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah. Foto: Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto
Jakarta -

Malam Nisfu Syaban sering dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Salah satunya sholat Nisfu Syaban sebagaimana cara yang diajarkan para ulama.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama, 15 Syaban jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Sedangkan malam Nisfu Syaban dimulai pada Senin malam, 2 Februari 2026, karena hari baru dalam penanggalan Hijriah dimulai setelah matahari terbenam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keistimewaan malam Nisfu Syaban dijelaskan dalam sejumlah hadits, salah satunya yang dikatakan Al Albani, dari Muadz bin Jabal RA yang meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda,

"Pada malam Nisfu Syaban Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya, Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR Thabrani, Daruquthni, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)

ADVERTISEMENT

Menurut riwayat, sebagian ulama salaf mengerjakan sholat pada malam Nisfu Syaban. Biasanya sholat Nisfu Syaban dilakukan secara berjamaah. Lalu, bagaimana hukum sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah? Apakah diperbolehkan? Simak penjelasannya berikut ini.

Hukum Sholat Nisfu Syaban Sendiri di Rumah

Sholat Nisfu Syaban boleh dikerjakan sendiri di rumah. Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa menyebut sholat pada malam Nisfu Syaban, baik dilakukan sendiri (munfarid) maupun berjamaah sebagaimana yang dilakukan kaum salaf, termasuk perbuatan yang baik.

Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin menyebut umat Islam dianjurkan mengerjakan sholat pada malam Nisfu Syaban sebagai ibadah sunnah.

"Ada malam pertengahan Syaban (malam Nisfu Syaban). Pada malam itu, kaum muslim dianjurkan sholat 100 rakaat, di mana setiap rakaatnya membaca Al-Fatihah dan 10 kali Al-Ikhlas," kata Imam al-Ghazali seperti diterjemahkan Purwanto.

Menurutnya, ibadah pada malam-malam yang memiliki keutamaan hukumnya sunnah dan menjadi waktu terbaik untuk beramal saleh.

Berbeda dengan Imam al-Ghazali, Ibnu Dihyah dalam Asna Al-Mathalib menyatakan tidak ada dalil shahih tentang malam Nisfu Syaban dan tidak ada sholat khusus yang diriwayatkan pada malam tersebut.

Kapan Waktu Sholat Nisfu Syaban?

Menurut pendapat yang menganjurkan sholat Nisfu Syaban, amalan ini bisa dikerjakan pada malam Nisfu Syaban, yaitu setelah masuk waktu magrib. Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026, malam Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada Senin, 2 Februari 2026. Artinya, umat Islam sudah bisa melaksanakan sholat Nisfu Syaban sejak Senin malam setelah sholat Magrib atau Isya.

Niat Sholat Nisfu Syaban Sendiri di Rumah

Untuk umat Islam yang ingin melaksanakan sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah, bisa membaca niat berikut ini,

أُصَلَّى سُنَّةً لِإِحْيَاءِ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallii sunnatan li-ihyaʻi lailati nishfi sya'baana rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi Taala.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."

Niat Sholat Nisfu Syaban Berjamaah sebagai Imam

Untuk yang menjadi imam dalam sholat Nisfu Syaban secara berjamaah, niatnya adalah,

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Usholli sunnatan nisfu syakbaana rakataini imaman lillahi Taala.

Artinya: "Saya berniat sholat sunah Nisfu Syaban dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala."

Niat Sholat Nisfu Syaban Berjamaah sebagai Makmum

Bagi yang menjadi makmum, niat yang dibaca adalah,

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushalli sunnata Nishfi Syaban rak ataini mamuman lillahi ta ala.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta ala. Allahu Akbar."

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban Sendiri di Rumah

Berikut adalah tata cara sholat Nisfu Syaban sendiri di rumah:

  1. Niat sholat Nisfu Syaban
  2. Takbiratul ihram
  3. Membaca Al-Fatihah, dilanjutkan surah Al-Kafirun
  4. Rukuk
  5. Membaca doa i'tidal
  6. Sujud pertama
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Sujud kedua
  9. Berdiri untuk rakaat kedua
  10. Membaca Al-Fatihah lagi
  11. Membaca surah Al-Ikhlas
  12. Mengulang rukuk hingga sujud kedua
  13. Membaca tahiyat akhir
  14. Salam

Sementara itu, menurut anjuran yang disampaikan Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin, tata cara sholat Nisfu Syaban sebagai berikut:

1. Dikerjakan 100 rakaat dengan tiap dua rakaat satu salam
2. Membaca Al-Fatihah dan 10 kali Al-Ikhlas pada setiap rakaatnya

Doa Malam Nisfu Syaban

Setelah sholat Nisfu Syaban, umat Islam bisa melanjutkannya dengan berdoa. Syekh Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar, seperti dilansir MUI Digital, menuliskan bacaan doa malam Nisfu Syaban dengan lafaz berikut:

اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Arab latin: Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu 'alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in'ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma'manal khā'ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī 'indaka fī ummil kitābi asyqiyā'a au mahrūmīna au muqattarīna 'alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī 'indaka su'adā'a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali 'ala lisāni nabiyyikal mursali "Yamhullāhu mā yasyā'u wa yutsbitu wa 'indahū ummul kitāb." Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil 'ālamīn.

Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufik untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitab-Mu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, 'Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.' Semoga Allah memberikan sholawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."




(kri/kri)
Amalan Nisfu Syaban

Amalan Nisfu Syaban

99 konten
Nisfu Syaban adalah waktu pertengahan bulan Syaban yang jatuh pada 15 Syaban dalam kalender Hijriah. Rasulullah SAW dalam haditsnya menganjurkan muslim untuk memperbanyak ibadah pada momen tersebut.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads