Malam Nisfu Syaban sering kali disebut sebagai malam pengampunan. Pada momentum ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan dan memohon ampunan atas segala kesalahan yang telah diperbuat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam bertaubat, banyak umat Islam yang melaksanakan mandi taubat Nisfu Syaban. Namun, jam berapa umat Islam dapat melakukan mandi taubat Nisfu Syaban? Berikut penjelasannya.
Hukum Mandi Taubat Nisfu Syaban
Terkait dengan hukumnya, detikHikmah tidak menemukan dalil yang menyatakan anjuran dan larangan dalam pelaksanaan mandi taubat Nisfu Syaban. Meski begitu, mandi taubat Nisfu Syaban dapat dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sebelum beribadah, tanpa harus mengkhususkannya sebagai sesuatu yang wajib dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Imam Syafi'i dan Imam Hanafi, secara umum mandi taubat memiliki hukum sunnah dan tidak diwajibkan. Hal ini dijelaskan dalam buku Mencari Hidayah Tuhan Berhijrah Menuju Jalan Allah oleh Abdurrohim Harahap.
Jam Berapa Mandi Taubat Nisfu Syaban?
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Nisfu Syaban (15 Syaban) tahun ini akan jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
Mengingat pergantian hari pada kalender Hijriah terjadi saat matahari terbenam, maka mandi taubat Nisfu Syaban sudah dapat dilakukan pada Senin, 2 Februari 2026 petang.
Bacaan Niat Mandi Taubat
Tata cara mandi taubat sama halnya dengan mandi junub, yang membedakan hanya niatnya saja, berikut bacaannya:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلتَّوْبَتِ عَنْ جَمِعِ الذُّنُوبِ لِلَّهِ تَعَلَ
Nawaitul ghusla lit-taubati 'an jamii'id-dzunuubi lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat mandi taubat dari segala dosa zahir dan batin karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Mandi Taubat
Tata cara mandi taubat umumnya sama dengan mandi menyucikan diri pada umumnya. Dijelaskan dalam buku Aktivitas Tahajjud Untuk Kecerdasan Akademikmu oleh Ustadz Yazid al-Busthomi, berikut tata cara mandi taubat yang bisa dilakukan:
- Berniat mandi taubat
- Membasuh kedua telapak tangan dan sela-sela jarinya
- Membasuh kedua tangan sebanyak tiga kali
- Membasuh kemaluan dengan air menggunakan tangan kiri
- Membasuh seluruh anggota tubuh dengan air, gunakan sabun dan bilas sampai bersih
- Lakukan wudhu seperti biasa
- Membasuh sela-sela rambut dengan air, gunakan jari tangan
- Guyur bagian kepala sebanyak tiga kali
- Terakhir, guyur seluruh tubuh dimulai dari bagian kanan lalu kiri, basuh dan bersihkan kaki hingga sela-selanya
Tata Cara Sholat Taubat
Setelah selesai melakukan mandi taubat, umat Islam dapat melanjutkannya dengan melaksanakan sholat taubat. Dinukil dari buku Panduan Sholat untuk Wanita karya Ria Khoirunnisa, berikut tata cara sholat taubat:
1. Sholat taubat dilakukan seperti sholat fardhu, baik dari bacaan maupun gerakannya. Berikut bacaan niatnya:
أصَلَّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi Ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat sholat taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Dilakukan sendiri (munfarid).
3. Dapat dilakukan kapan saja, tetapi diutamakan pada malam hari.
4. Dilakukan paling sedikit dua rakaat dan paling banyak enam rakaat. Setiap dua rakaat satu kali salam.
5. Setelah selesai sholat, dapat dilanjut dengan membaca istighfar.
Bacaan Istighfar Sholat Taubat
Masih dinukil dari sumber sebelumnya, berikut bacaan istighfar setelah sholat taubat:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullaahal'adziim, alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih
Artinya: "Saya mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Dzat yang tiada Tuhan melainkan hanya Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri. Aku bertaubat kepada Nya."
Atau bisa juga membaca istighfar berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta
Artinya: "Wahai Tuhan, Engkau adalah Tuhanku, tiada yang patut disembah melainkan hanya Engkau, Engkaulah yang menjadikan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam ketentuan dan janji-Mu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, karena itulah ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat memberikan ampunan melainkan Engkau wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku perbuat."
(kri/kri)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan