Salat Idul Fitri Berapa Rakaat? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Tata Caranya

Salat Idul Fitri Berapa Rakaat? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Tata Caranya

Devi Setya - detikHikmah
Jumat, 20 Mar 2026 06:00 WIB
A boy and Muslim women attend mass prayers at the Sunda Kelapa port during Eid al-Fitr, marking the end of the holy fasting month of Ramadan in Jakarta, Indonesia, March 31, 2025. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
ilustrasi salat Idul Fitri Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Jakarta -

Salat Idul Fitri menjadi simbol kemenangan, rasa syukur, dan kebersamaan umat Islam setelah berhasil menjalankan ibadah puasa. Salat Idul Fitri merupakan amalan yang dikerjakan di 1 Syawal.

Dikutip dari buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan menurut Al-Quran dan Sunnah karya Abu Abdillah dan Abu Ubaidah, Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أُمَّ عَطِيَّةَ قَالَتْ : أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ أَنْ تُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ فَأَمَّا الْحَيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الْمُصَلَّى وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ. قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ إِحْدَانَا لَا يَكُوْنُ لَهَا جِلْبَابٌ, قَالَ : لِتُلْبِسَهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dari Ummu Athiyyah berkata: 'Rasulullah memerintahkan kami untuk mengeluarkan gadis-gadis menjelang usia baligh, wanita-wanita yang tengah haid dan gadis-gadis pingitan pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun wanita yang haid, mereka menjauhi tempat salat dan menghadiri kebaikan dan undangan kaum muslimin."

"Saya berkata: 'Wahai Rasulullah, seorang di antara kami tidak memiliki jilbab, apakah dia diperbolehkan tidak berangkat? Rasulullah menjawab: 'Hendaknya temannya meminjaminya jilbab sehingga mereka menyaksikan kebaikan dan undangan kaum muslimin." (HR Bukhari no. 351 dan Muslim no. 890)

ADVERTISEMENT

Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Muslim,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ شَهِدْتُ صَلَاةَ الْفِطْرِ مَعَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَكُلُّهُمْ يُصَلِّهَا قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ يَخْطُبُ .....

Artinya: "Dari Ibnu Abbas RA ia berkata: 'Saya pernah menghadiri salat Idul Fitri bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka semua salat terlebih dahulu sebelum khutbah kemudian beliau berkhutbah'..."

Jumlah Rakaat Salat Idul Fitri

Salat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Hal ini berdasarkan hadits dari sahabat Umar bin Khattab RA, yang menyebutkan:

صَلَاةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْأَضْحَى رَكْعَتَانِ تَمَامٌ غَيْرُ قَصْرٍ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكُمْ ﷺ

Artinya: "Salat Idul Fitri dua rakaat dan salat Idul Adha dua rakaat, keduanya sempurna (bukan qashar) sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi kalian Muhammad. (HR Ahmad, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

Hadits ini menegaskan bahwa salat Idul Fitri memang hanya dua rakaat, namun tetap disebut sempurna, bukan salat yang dipendekkan seperti salat qashar ketika safar.

Tata Cara Salat Idul Fitri

1. Membaca Niat Salat Idul Fitri

Bacaan Niat Salat Idul Fitri sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Arab-latin: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini imaaman lillahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah ta'ala."

Bacaan Niat Salat Idul Fitri sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Arab-latin: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini makmuuman lillahi ta'aala

Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta'ala."

Bacaan Niat Salat Idul Fitri Sendirian (Munfarid)

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُنْفرِدا لِلهِ تَعَــــالَى

Arab-latin: Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini munfaridan lillahi taa'ala

Artinya: "Saya berniat salat sunah Idul Fitri dua rakat sendirian karena Allah ta'ala."

2. Melakukan Takbiratul Ihram
3. Membaca Doa Iftitah
4. Takbir Sebanyak 7 kali (Rakaat Pertama)

Setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, selanjutnya melakukan takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela setiap takbir dianjurkan untuk membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Arab-Latin: Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa

Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang"

5. Membaca Al-Fatihah dan Surah Pendek

Setelah takbir sebanyak tujuh kali, rukun selanjutnya adalah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan bacaan surat pendek seperti salat fardhu dan sunah umumnya. Pada salat Id rakaat pertama dianjurkan untuk membaca surah Al-A'la.

6. Rukuk Hingga Berdiri Lagi

Rukun selanjutnya setelah selesai membaca surah pendek sama seperti pelaksanaan salat fardhu dan sunnah lainnya. Salat dilanjutkan dengan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri untuk rakaat kedua. Untuk bacaannya pun sama seperti bacaan salat biasanya.

7. Takbir 5 Kali (Rakaat Kedua)

Pada rakaat kedua, melakukan takbir sebanyak lima kali. Bacaan yang dilafalkan di sela-sela takbir sama seperti pada rakaat pertama.

8. Mengulangi Rukun Seperti Rakaat Pertama

Setelah melakukan takbir sebanyak lima kali, rukun salat Id selanjutnya sama seperti pada rakaat pertama mulai dari membaca al-Fatihah, rukuk, sujud, hingga salam. Pada rakaat kedua, disarankan untuk membaca surah al-Ghâsyiyah.

9. Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam.

Waktu Pelaksanaan Salat Idul Fitri

Mengutip buku Fiqih Sunnah 2 karya Sayyid Sabiq, salat Idul Fitri dilaksanakan setelah matahari terbit hingga sebelum waktu zuhur.

Para ulama menjelaskan waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah naik sekitar seukuran satu tombak dari ufuk, yaitu kira-kira 15-20 menit setelah matahari terbit.




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads