Sebanyak 16 negara mayoritas muslim mengecam keputusan Israel mengirim utusan Duta Besar (Dubes) ke Somaliland. Mereka memperingatkan langkah tersebut merusak kedaulatan dan integritas teritorial Somalia.
Melalui pernyataan yang dilansir dari situs The Eastleigh Voice, negara-negara tersebut menyebut keputusan Israel mengirim Dubes ke Somaliland sama dengan mengakui wilayah yang memisahkan diri dan melemahkan status Somalia sebagai negara kesatuan. Sebagaimana diketahui, Somaliland belum diakui sebagai negara berdaulat karena statusnya masih bersatu dengan Somalia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut dikeluarkan dan ditandatangani Menteri Luar Negeri 16 negara muslim dunia, antara lain Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Mesir, Somalia, Sudan, Libya, Bangladesh, Aljazair, Palestina, Turki, Indonesia, Pakistan, Mauritania, Yordania dan Oman.
"Kami sangat mengecam pengangkatan utusan diplomatik Israel ke wilayah yang disebut Somaliland. Kami menganggapnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, persatuan, dan integritas teritorial Republik Federal Somalia," tulis pernyataan para Menlu tersebut.
Sebagai informasi, Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991 namun belum mendapat pengakuan internasional. Negara Somalia menekankan otoritasnya atas wilayah tersebut dan setiap keterlibatan diplomatik dengan Somaliland secara luas dipandang oleh sebagai tantangan terhadap kedaulatannya.
Para Menlu negara-negara muslim itu juga mengkritik apa yang mereka sebut sebagai tindakan sepihak yang mengabaikan pemerintah yang diakui, memperingatkan setiap langkah tersebut bisa mengikis prinsip-prinsip lama yang mengatur hubungan antar negara, khususnya penghormatan terhadap perbatasan dan kemerdekaan politik.
"Kami menegaskan kembali penolakan kategoris kami terhadap semua tindakan sepihak yang melanggar persatuan atau kedaulatan negara," tulis pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegas dukungan untuk pemerintah federal Somalia sebagai satu-satunya perwakilan sah rakyat Somalia.
Sebagaimana diketahui, Israel pada Rabu (15/4/2026) lalu mengirim seorang Dubes bernama Michael Lotem untuk bertugas di Somaliland. Lotem menjadi Dubes pertama yang ditugaskan Israel untuk mewakili mereka di Somaliland.
Pengiriman Dubes ini dilakukan Israel untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan Somaliland. Langkah tersebut juga dilakukan sebagai perwujudan resmi Israel yang mengakui Somalilan sebagai negara berdaulat pada Desember 2025 lalu. Israel jadi negara pertama di dunia yang mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat.
Adapun tanggapan bersama para Menteri Luar Negeri negara-negara muslim menunjukkan kekhawatiran yang lebih luas terkait perkembangan di sekitar Somaliland yang bisa mempengaruhi bagaimana sengketa serupa ditangani secara global. Para menteri memperingatkan masalah ini meluas di luar Somalia dan bisa berimplikasi bagi stabilitas regional jika tidak ditangani sesuai kebijakan internasional yang ditetapkan.
"Tindakan semacam itu merupakan preseden berbahaya yang dapat merusak stabilitas di kawasan Tanduk Afrika, berdampak negatif pada perdamaian dan keamanan regional secara umum," tambah pernyataan itu.
(aeb/inf)











































Komentar Terbanyak
Tega! Oknum KBIH Diduga Tipu 140 Jemaah Haji, Transaksi hingga Rp 1,4 M
Cegah Korupsi, MUI Usul MBG Pakai Dapur Pesantren dan Benahi Pejabat BGN
MUI Minta Pelaku LGBT Dihukum Lebih Berat dari Perzinaan