Ayat seribu dinar adalah bacaan yang tercantum dalam surah At Talaq ayat 2 dan 3. Amalan ini dikenal sebagai pembuka rezeki dari arah yang tak terduga.
Diterangkan dalam buku Rahasia Keajaiban Ayat-ayat Seribu Dinar tulisan Imam Al Ghazali terbitan Pustaka Media, ayat seribu dinar juga bisa memudahkan kehidupan sosial seseorang dalam hal apapun itu. Utamanya saat mengusahakan hal tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayat Seribu Dinar: Arab, Latin dan Arti
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Wa may yattaqillāha yaj'al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal 'alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja'alallāhu likulli syai`ing qadrā
Artinya: "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Ia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia sangka-sangka. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS At Talaq: 2-3)
Asal Usul Ayat Seribu Dinar
Dikutip dari buku Shalat Dhuha untuk Wanita susunan Zakiyah Ahmad, asal usul ayat seribu dinar bermula dari seorang pedagang yang mengaku bermimpi didatangi Nabi Khidir AS dalam mimpi. Sang nabi meminta pedagang tersebut bersedekah seribu dinar emas kepada fakir miskin.
Usai bersedekah, Nabi Khidir AS datang lagi dalam mimpi si pedagang dan mengajarkan ayat-ayat suci kepadanya agar diamalkan setiap hari. Tujuan dari mengamalkan ayat itu adalah agar selamat dari malapetaka.
Pedagang itu terus mengamalkan ayat seribu dinar secara rutin hingga khasiatnya terlihat. Suatu hari, dia pergi berlayar ke tanah seberang sambil membawa harta kekayaannya. Di tengah laut, kapal yang dia tumpangi hancur karena terjangan badai. Hanya si pedagang yang selamat.
Dia terdampar di daratan seberang bersama seluruh harta yang dia bawa. Bahkan, ada kisah yang menceritakan di kemudian hari pedagang tadi menjadi raja di tempat ia terdampar.
Waktu Mengamalkan Ayat Seribu Dinar
Menurut buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki karya Deni Lesmana, ayat seribu dinar bisa dibaca setelah mengerjakan salat lima waktu. Dalam sebuah hadits dikatakan doa setelah salat fardhu jadi waktu mustajab.
"Wahai Rasulullah, kapankah doa yang paling didengar Allah?" Rasulullah SAW menjawab, "Doa di tengah malam dan doa setelah sholat fardhu." (HR Tirmidzi)
Selain itu, bisa juga membaca yat seribu dinar setelah salat tahajud atau memulai hari sebelum pergi keluar rumah.
Cara Membaca Ayat Seribu Dinar
1. Membaca Surah Al Fatihah 1000 Kali
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdu lillahi rabbil 'alamin. Arrahmanirrahim. Maliki yawmiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal-ladhina an'amta 'alayhim ghayril-maghzubi 'alayhim wa lad-dallin
Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan (hari kiamat). Hanya kepada Engkaulah kami menyembah, dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat."
2. Membaca Surah Al Maidah Ayat 114
قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللّٰهُمَّ رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
Qāla 'īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil 'alainā mā'idatam minas-samā'i takūnu lanā 'īdal li'awwalinā wa ākhirinā wa āyatam minka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn(a).
Artinya: Isa putra Maryam berdoa, "Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki. Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki."
3. Mengamalkan Ayat Seribu Dinar 21 Kali
Selanjutnya, muslim bisa membaca ayat seribu dinar sebanyak 21 kali pada masing-masing ayat. Artinya, ayat dua surah At Talaq dibaca 21 kali dan ayat tiga surah At Talaq dibaca 21 kali juga.
4. Tutup dengan Menyebut Asma Allah SWT 10 Kali
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِسْمِكَ يَا فَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ يَا كَرِيمُ يَا غَنِي يَا كَافِي يَا بَسِيطُ .
Allahumma inni asaluka bismika yaa fattaahu yaa razzaqu yaa kariimu yaa ghaniyyu yaa kaa fii yaa basiit.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Mu dengan nama Mu, wahai Yang memberi rezeki, wahai Yang membuka, wahai yang memberi karunia, wahai Yang Maha Kaya, wahai Yang mencukupi, wahai Yang membentangkan."
(aeb/lus)

Komentar Terbanyak
MUI Tegaskan Orientasi Seksual Sesama Jenis Bukan Kodrat, Tapi Penyimpangan
Iran Berencana Bentuk NATO Versi Islam, Ajak Saudi dan Turki
Tukang Tambal Ban Rela Utang demi Haji, Kini Dilunasi Pemerintah-UEA