Surat Yusuf untuk ibu hamil sering diamalkan dengan tujuan bayi yang lahir memiliki paras tampan seperti Nabi Yusuf AS. Biasanya, ayat yang diamalkan dalam Surat Yusuf untuk ibu hamil yaitu ayat 1-16.
Dinukil dari buku Doa Dzikir untuk Ibu Hamil karya Ustaz K Akbar Salman, Surat Yusuf merupakan surat ke-12 dalam mushaf Al-Qur'an dengan jumlah 111 ayat. Penamaan Yusuf merujuk pada riwayat hidup Nabi Yusuf AS yang diceritakan dalam surat tersebut.
Dalam Islam, wanita hamil sangat dimuliakan. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mati syahid itu ada tujuh, selain mati terbunuh dalam perang fisabilillah, yaitu: mati karena penyakit tha'un, mati karena tenggelam, mati karena penyakit lambung, mati karena sakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa reruntuhan, dan wanita yang mati karena hamil atau karena melahirkan." (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i dan Malik)
Mengamalkan surat Nabi Yusuf untuk ibu hamil dipercaya bisa memberi ketenangan dan kebaikan bagi janin yang dikandung. Lantas, benarkah Surat Yusuf yang dibacakan bisa membuat paras bayi yang lahir menjadi tampan?
Benarkah Surat Yusuf yang Dibaca Ibu Hamil Membuat Paras Bayi Tampan?
Menurut buku Wanita Dambaan Syurga yang disusun Mohd Zuhdi Ahmad Khasasi, tidak ada dalil shahih secara khusus terkait surat-surat tertentu yang dibaca untuk ibu hamil, khususnya Surat Yusuf, surat Maryam dan lainnya. Amalan membaca surat-surat tersebut merupakan ijtihad para ulama berdasarkan dalil umum dan mengambil iktibar daripada kisah yang ada di dalam surat.
Manfaat Membaca Surat Yusuf untuk Ibu Hamil
Masih dari sumber yang sama, membaca dan memahami kandungan Al-Qur'an memberi latihan ruhaniah kepada bayi yang dikandung dengan memperdengarkan firman-firman Allah. Janin yang masuk akhir masa kehamilan sudah bisa mendengar suara yang berada di luar perut.
Dengan demikian, surat-surat yang dibacakan memberi stimulasi efektif bagi pendengaran dan merangsang saraf otak.
Kapan Waktu Membaca Surat Yusuf untuk Ibu Hamil?
Diterangkan dalam buku Muslimah Selamat Dunia Akhirat yang ditulis Mahmud asy-Syafrowi, Surat Yusuf bisa diamalkan setiap hari. Lebih utama jika ibu hamil membacanya malam hari sebelum tidur sebagai ikhtiar spiritual agar anak yang lahir memiliki sifat-sifat teladan Nabi Yusuf AS.
Surat Yusuf bisa dibaca ketika usia kehamilan memasuki 20 minggu ke atas. Sebab, pada usia itu bayi sudah bisa mendengar suara dari luar rahim.
Surat Yusuf Ayat 1-16 yang Bisa Dibaca Ibu Hamil
Meski tidak ada ketentuan khusus terkait berapa jumlah ayat dalam Surat Yusuf yang bisa diamalkan ibu hamil, berikut bunyi ayat 1-16 yang umum dibaca.
الٓر ۚ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِۚ
Latinnya: Alif Lām Rā. Tilka āyātu al-kitābi al-mubīn(i).
1. Artinya: "Alif Lām Rā. Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang nyata (jelas petunjuknya)."
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
Latinnya: Innā anzalnāhu qur'ānan 'arabiyyan la'allakum ta'qilūn(a).
2. Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Al-Qur'an berbahasa Arab agar kamu memahaminya."
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ اَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ هٰذَا الْقُرْاٰنَۖ وَاِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الْغٰفِلِيْنَ
Latinnya: Naḥnu naquṣṣu 'alaika aḥsana al-qaṣaṣi bimā awḥaynā ilayka hāżā al-qur'ān(a), wa in kunta min qablihī lamina al-ghāfilīn(a).
3. Artinya: "Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang-orang yang lalai."
اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ
Latinnya: Iż qāla yūsufu li-abīhi yā abati innī ra'aitu aḥada 'asyara kaukabaw wa asy-syamsa wa al-qamara ra'aituhum lī sājidīn(a).
4. Artinya: "(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, 'Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; aku melihat mereka sujud kepadaku.'"
قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا ۗ اِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Latinnya: Qāla yā bunayya lā taqṣuṣ ru'yāka 'alā ikhwātika fa yakīdū laka kaidā(n), innas-syaiṭān(a) lil-insāni 'aduwwun mubīn(un).
5. Artinya: "Dia (Ya'qub) berkata, 'Wahai anakku, jangan ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, karena mereka akan membuat tipu daya terhadapmu. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.'"
وَكَذٰلِكَ يَجْتَبِيْكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَعَلٰٓى اٰلِ يَعْقُوْبَ كَمَآ اَتَمَّهَا عَلٰى اَبَوَيْكَ مِنْ قَبْلُ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْحٰقَ ۗ اِنَّ رَبَّكَ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
Latinnya: Wa każālika yajtabīka rabbuka wa yu'allimuka min ta'wīli al-aḥādīṡi wa yutimmu ni'matahū 'alaika wa 'alā āli ya'qūba kamā atammahā 'alā abawaika min qablu ibrāhīma wa isḥāq(a), inna rabbaka 'alīmun ḥakīm(un).
6. Artinya: "Dan demikianlah, Tuhanmu memilihmu (untuk menjadi nabi), mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi, serta menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakannya kepada kedua kakekmu sebelumnya, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
لَقَدْ كَانَ فِيْ يُوْسُفَ وَاِخْوَتِهٖٓ اٰيٰتٌ لِّلسَّاۤىِٕلِيْنَ
Latinnya: Laqad kāna fī yūsufa wa ikhwatihī āyātul lis-sā'ilīn(a).
7. Artinya: "Sungguh, dalam kisah Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang bertanya."
اِذْ قَالُوْا لَيُوْسُفُ وَاَخُوْهُ اَحَبُّ اِلٰٓى اَبِيْنَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ ۗاِنَّ اَبَانَا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Latinnya: Iż qālū layūsufu wa akhūhu aḥabbu ilā abīnā minnā wa naḥnu 'uṣbah(tun), inna abānā lafī ḍalālin mubīn(in).
8. Artinya: "(Ingatlah) ketika mereka (saudara-saudara Yusuf) berkata, 'Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita, padahal kita adalah satu kelompok yang kuat. Sesungguhnya ayah kita berada dalam kesesatan yang nyata.'"
اُقْتُلُوْا يُوْسُفَ اَوِ اطْرَحُوْهُ اَرْضًا يَّخْلُ لَكُمْ وَجْهُ اَبِيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا مِنْۢ بَعْدِهٖ قَوْمًا صٰلِحِيْنَ
Latinnya: Uqtulū yūsufa awiṭraḥūhu arḍay yakhlu lakum wajhu abīkum wa takūnū mim ba'dihī qauman ṣāliḥīn(a).
9. Artinya: "Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat yang jauh agar perhatian ayah kalian tertuju kepadamu saja, dan setelah itu (kalian dapat) menjadi orang-orang yang baik.'"
قَالَ قَآىِٕلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُوْا يُوْسُفَ وَاَلْقُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ
Latinnya: Qāla qā'ilum minhum lā taqtulū yūsufa wa alqūhu fī gayābati al-jubb(i) yaltaqiṭhu ba'ḍu as-sayyārati in kuntum fā'ilīn(a).
10. Artinya: "Salah seorang di antara mereka berkata, 'Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dalam sumur agar dia dipungut oleh beberapa musafir jika kamu hendak berbuat (sesuatu).'"
قَالُوْا يٰٓاَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلٰى يُوْسُفَ وَاِنَّا لَهٗ لَنٰصِحُوْنَ
Latinnya: Qālū yā abānā mā laka lā ta'mannā 'alā yūsufa wa innā lahū lanāṣiḥūn(a).
11. Artinya: "Mereka berkata, 'Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal kami benar-benar menginginkan kebaikan baginya?'"
اَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَّرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
Latinnya: Arsilhu ma'anā gaday yarta' wa yal'ab wa innā lahū laḥāfiẓūn(a).
12. Artinya: "Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya.'"
قَالَ اِنِّيْ لَيَحْزُنُنِيْٓ اَنْ تَذْهَبُوْا بِهٖ وَاَخَافُ اَنْ يَّأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَاَنْتُمْ عَنْهُ غٰفِلُوْنَ
Latinnya: Qāla innī layaḥzununī an tażhabū bihī wa akhāfu ay ya'kulahūż-żi'bu wa antum 'anhu gāfilūn(a).
13. Artinya: "Dia (Ya'qub) berkata, 'Sesungguhnya aku merasa sedih kamu membawanya pergi, dan aku khawatir serigala akan memakannya sementara kamu lengah darinya.'"
قَالُوْا لَىِٕنْ اَكَلَهُ الذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ اِنَّآ اِذًا لَّخٰسِرُوْنَ
Latinnya: Qālū la'in akalahuż-żi'bu wa naḥnu 'uṣbatun innā iżal lakhāsirūn(a).
14. Artinya: "Mereka berkata, 'Jika serigala memangsanya, padahal kami kelompok yang kuat, sungguh kami termasuk orang-orang yang merugi.'"
فَلَمَّا ذَهَبُوْا بِهٖ وَاَجْمَعُوْٓا اَنْ يَّجْعَلُوْهُ فِيْ غَيٰبَتِ الْجُبِّۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِاَمْرِهِمْ هٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
Latinnya: Falammā żahabū bihī wa ajma'ū ay yaj'alūhu fī gayābati al-jubb(i), wa auḥainā ilayhi latunabbi'annahum bi-amrihim hāżā wa hum lā yasy'urūn(a).
15. Artinya: "Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, 'Engkau kelak pasti akan memberitahukan kepada mereka tentang perbuatan mereka ini, sedangkan mereka tidak menyadari.'"
وَجَآءُوْٓ اَبَاهُمْ عِشَآءً يَّبْكُوْنَ
Latinnya: Wa jā'ū abāhum 'isyā'ay yabkūn(a).
16. Artinya: "(Kemudian) mereka datang kepada ayah mereka pada petang hari sambil menangis."

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
5 Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Berapa?
Muhammadiyah Jadi Organisasi Indonesia Pertama di Dewan Muslim Inggris