4 Mahasiswa UPI Ditangkap Sebelum Aksi, BEM Soroti Ruang Demokrasi

4 Mahasiswa UPI Ditangkap Sebelum Aksi, BEM Soroti Ruang Demokrasi

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 12 Jun 2026 15:00 WIB
Aksi unjuk rasa mahasiswa Bandung soroti lemahnya rupiah hingga kenaikan BBM.
Aksi unjuk rasa mahasiswa Bandung soroti lemahnya rupiah hingga kenaikan BBM. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat pada Kamis (11/6/2026) sore kemarin, menyisakan tanda tanya. Sebab empat mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) diketahui sempat diamankan aparat kepolisian bahkan sebelum mereka tiba di lokasi aksi dan bergabung dengan barisan massa.

Ketua BEM UPI Khallid Syhaeful membenarkan adanya penangkapan terhadap empat mahasiswa tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi ketika rekan-rekannya terpisah dari rombongan mahasiswa yang hendak menuju titik aksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul. Jadi memang itu tuh sebelum aksi, temen-temen kami karena berpisah dari barisan, diringkus juga kemarin itu," kata Khallid saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).

Meski demikian, Khallid memastikan keempat mahasiswa tersebut sudah dibebaskan pada malam harinya setelah mendapatkan pendampingan dan advokasi dari mahasiswa UPI lainnya.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillahnya, tepat kemarin malam, teman-teman kami udah bebas karena dibantu diadvokasi juga sama temen-temen UPI," ujarnya.

Khallid mengaku belum mengetahui secara pasti alasan polisi mengamankan keempat rekannya karena proses pendampingan hukum saat itu dilakukan oleh tim mahasiswa lain.

"Saya belum tahu pasti, karena kemarin tidak ikut advokasi. Karena sudah diwakilkan oleh kawan-kawan UPI yang lain," katanya.

Namun ia mengatakan komunikasi antarmahasiswa berjalan dengan baik selama proses pendampingan hingga akhirnya kabar pembebasan diterima.

"Cuman alhamdulillahnya kawan-kawan UPI memang sangat komunikatif lah ke saya gitu buat informasi butuh apa dan lain semacamnya. Dan alhamdulillahnya kita dapet kabar bahwa sudah bebas begitu," tambahnya.

Menurut Khallid, pihaknya menyayangkan tindakan penangkapan yang terjadi sebelum aksi dimulai karena dinilai berpotensi membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

"Kalau saya rasa, karena kan kemarin sebetulnya kejadiannya sebelum aksi gitu, kawan-kawan kami yang terpisah sudah ditangkap. Ada baiknya juga dari kepolisian atau dari aparat jangan sampai membatasi ruang-ruang," tuturnya.

Ia juga menyoroti adanya sejumlah mahasiswa lain yang disebut tidak dapat bergabung dengan barisan aksi. Khallid mengaku terkejut dengan besarnya pengamanan yang disiagakan aparat pada aksi tersebut.

"Karena selain yang ditangkap ada beberapa orang yang kemudian tidak bisa masuk ke dalam barisan unjuk rasa kemarin. Jadi saya rasa, jujur saya juga kaget itu ya kemarin banyak sekali polisi, dan lain-lain gitu ya sudah disiapkan banner. Jangan sampai membatasi ruang-ruang demokrasi lah gitu, seperti itu," tegasnya.

Khallid juga memastikan empat mahasiswa yang diamankan tidak membawa senjata tajam maupun barang berbahaya lainnya saat hendak mengikuti aksi unjuk rasa.

"Oh kalau alat tajam atau senjata-senjata nggak ada, alhamdulillah nggak ada yang bawa seperti itulah. Bukan, bukan, bukan, saya bisa pastikan," katanya.

Terkait rencana aksi lanjutan, Khallid menyebut mahasiswa memilih menunda sementara agenda demonstrasi untuk melakukan evaluasi internal. Keputusan tersebut juga telah dikomunikasikan kepada sejumlah kampus lain yang sebelumnya berencana ikut turun ke jalan.

"Rencana kalau bakal ada aksi insyaallah bakal, cuman buat hari ini sepertinya melihat evaluasi dari kemarin dan beberapa hal yang sekiranya harus dikuatkan lagi, kami dari kawan-kawan UPI berencana untuk tidak turun aksi terlebih dahulu, karena ditakutkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kembali," ucapnya.

"Jadi ditunda, karena saya rasa evaluasi kemarin banyak sekali hal-hal yang kemudian harus diperkuat kembali begitu untuk bisa menambah eskalasi aksi yang lebih besar gitu nantinya," pungkas Khallid.

(bba/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads