"Bisa jadi karena kurang pemanasan."
Kalimat tersebut mungkin menjadi penyebab yang paling sering terdengar ketika seseorang mengalami cedera saat berolahraga. Baik keseleo saat bermain futsal, otot tertarik ketika berlari, maupun cedera saat latihan di gym, kurang pemanasan hampir selalu menjadi kambing hitam.
Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah. Pemanasan merupakan bagian penting sebelum melakukan aktivitas fisik karena membantu tubuh bersiap menghadapi beban latihan. Namun, menurut dokter, pemanasan bukanlah "jaminan" seseorang akan terbebas dari cedera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir detikHealth, pakar nutrisi, olahraga, dan kebugaran dari Lucknow, India, Varnit Yadav, menjelaskan bahwa pemanasan berfungsi mempersiapkan otot dan sistem saraf sebelum tubuh melakukan aktivitas dengan intensitas lebih tinggi.
"Pemanasan mempersiapkan otot, meredakan ketegangan otot, dan mempersiapkan sistem saraf untuk upaya yang akan datang. Melewatkannya dapat meningkatkan risiko cedera dan mengurangi efisiensi proses latihan," kata Yadav, dikutip dari Only My Health.
Saat tubuh melakukan pemanasan, aliran darah menuju otot meningkat secara bertahap. Otot menjadi lebih lentur, suhu tubuh naik, dan persendian lebih siap menerima berbagai gerakan selama berolahraga.
Meski demikian, Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Andhika Raspati, SpKO, mengingatkan bahwa cedera olahraga tidak hanya dipengaruhi oleh ada atau tidaknya pemanasan.
Menurutnya, seseorang tetap bisa mengalami cedera meski telah melakukan pemanasan dengan benar apabila tubuh dipaksa bekerja melampaui batas kemampuannya.
"Jangan kemudian berpikir bahwa kalau pemanasan gue bener, gue akan aman dari cedera, itu nggak," kata dr. Andhika.
Ia menjelaskan bahwa setiap jaringan tubuh, mulai dari otot, tendon, ligamen, hingga sendi, memiliki kapasitas tertentu dalam menerima beban. Ketika latihan dilakukan terlalu berat, terlalu cepat, atau dengan teknik yang kurang tepat, jaringan tersebut tetap berisiko mengalami cedera.
Dengan kata lain, pemanasan memang membantu menurunkan risiko cedera, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Banyak Orang Keliru Saat Pemanasan
Selain sering dilewatkan, pemanasan juga kerap dilakukan dengan cara yang kurang tepat.
Salah satu kesalahan yang paling umum adalah langsung melakukan peregangan statis sebelum berolahraga. Padahal, tubuh justru lebih membutuhkan gerakan-gerakan dinamis untuk mengaktifkan otot dan meningkatkan kesiapan tubuh.
"Untuk memulai, lebih bagus yang dinamis. Karena kita kan mau melakukan gerakan yang dinamis kan, jadi harus dimulai dengan yang dinamis pula," ujar dr. Andhika.
Peregangan dinamis membuat tubuh perlahan beradaptasi dengan aktivitas yang akan dilakukan. Gerakan ini membantu meningkatkan suhu otot, memperbaiki koordinasi, sekaligus mempersiapkan sistem saraf sebelum memasuki latihan utama.
Pendinginan Sama Pentingnya
Tak sedikit orang langsung duduk atau berhenti total setelah selesai berolahraga. Padahal, fase pendinginan memiliki manfaat yang tak kalah penting dibandingkan pemanasan.
Menurut dr. Andhika, pendinginan membantu tubuh menurunkan intensitas aktivitas secara bertahap sekaligus mengembalikan sirkulasi darah ke kondisi normal.
"Mengembalikan sirkulasi darah dan mendinginkan otot-ototnya. Kalau mengembalikan sirkulasi darah, bisa dengan berjalan," katanya.
Setelah denyut jantung mulai menurun, barulah peregangan statis dapat dilakukan untuk membantu mengendurkan otot yang sebelumnya bekerja keras.
"Kalau mengembalikan otot ke level semula baru dengan gerakan (stretching) yang statis," tambahnya.
Gerakan Pemanasan yang Bisa Dicoba
Mengutip National Health Service (NHS), ada beberapa gerakan sederhana yang dapat dilakukan sebelum berolahraga agar tubuh lebih siap beraktivitas.
Mulailah dengan berjalan di tempat selama sekitar tiga menit sambil mengayunkan kedua lengan mengikuti irama langkah. Setelah itu, lakukan heel digs selama satu menit dengan menapakkan tumit secara bergantian ke depan sambil mendorong kedua tangan ke depan.
Gerakan berikutnya adalah knee lifts, yakni mengangkat lutut secara bergantian hingga mendekati tangan yang berlawanan selama sekitar 30 detik. Lanjutkan dengan shoulder rolls atau memutar bahu ke depan dan ke belakang masing-masing lima kali sambil tetap berjalan di tempat.
Sebagai penutup pemanasan, lakukan knee bends atau menekuk lutut sebanyak 10 kali dengan posisi kaki selebar bahu dan kedua tangan lurus ke depan.
Pada akhirnya, pemanasan memang menjadi langkah penting sebelum berolahraga karena membantu mempersiapkan tubuh dan menurunkan risiko cedera. Namun, menjaga intensitas latihan tetap sesuai kemampuan, menggunakan teknik yang benar, serta tidak memaksakan tubuh bekerja melebihi batasnya tetap menjadi kunci utama agar olahraga berlangsung aman dan memberikan manfaat optimal.
Artikel ini sudah tayang di detikHealth
Simak Video "Video: Kenapa Musim Kemarau dan Hujan Makin Sulit Dibedakan?"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/dir)
