Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah perempuan berkebutuhan khusus di Sukabumi nekat membuka tali pengikat jok motor demi menghirup bensin viral di media sosial. Bocah yatim piatu tersebut diketahui mengalami kecanduan akut terhadap aroma bahan bakar minyak (BBM).
Video pilu tersebut diunggah di TikTok oleh seorang warga bernama Putri Rahma di wilayah Cikole, Kota Sukabumi. Video berdurasi sekitar 2 menit itu telah ditonton lebih dari 7,2 juta kali, disukai 394 ribu, dan dikomentari oleh 6.965 pengguna.
Dalam video yang beredar, bocah tersebut tampak gigih dan berusaha keras membuka tali rafia pengikat jok motor agar bisa mengendus bensin di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Video yang aku share itu kejadian hari kemarin dan anak itu sudah nyandu dari lama. Sebenarnya ini anak udah lama kaya gitu, jadi orang sekitar pun udah nggak aneh karena setiap dilarang pasti meludah," kata Putri saat dikonfirmasi detikJabar, Senin (6/7/2026).
Putri sengaja merekam aksi bocah tersebut agar publik mengetahui kondisi miris yang dialami sang anak. Ia berharap ada pihak berwenang yang bisa segera memberikan penanganan medis maupun sosial yang tepat.
"Yang aku video itu bukan kali pertama. Kenapa aku biarin? Karena aku pengen orang lihat gimana nyandunya dia. Jujur sedih," ungkapnya.
Putri mengatakan, bocah 'istimewa' tersebut ternyata merupakan seorang tunawicara dan tunarungu sejak lahir. Kisah hidupnya kian memilukan setelah kedua orang tuanya meninggal dunia setahun yang lalu.
Bocah di Sukabumi membuka jok motor demi menghirup bensin. (Foto: Istimewa) |
"Dia anak yatim piatu dan dirawat oleh kakak perempuannya yang juga memiliki anak kecil. Jadi dia bukan diterlantarkan, tapi memang anaknya sering kabur-kaburan. Kalau sudah dijemput pun dia berkeliaran lagi," ujarnya.
Pihak keluarga bersama RT dan RW setempat sebenarnya sudah berupaya maksimal untuk mengobati anak tersebut, baik secara medis maupun tradisional. Warga sekitar Ciaul yang sudah memaklumi kondisinya juga kerap membantu memberi makanan atau mengantarkannya pulang jika kedapatan berkeliaran di jalanan.
Warga sering merasa waswas karena anak tersebut beberapa kali nyaris tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan akibat keterbatasan pendengarannya.
Merespons video viral tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan kasus anak kecanduan bensin ini sebenarnya sudah masuk dalam penanganan mereka sejak lama.
"Kasus anak ini sudah kita tangani. Saya dan Pak Kadis pun pernah ke rumahnya. Bahkan sudah kami rujuk ke Spesialis Kejiwaan di RSUD Syamsudin," kata Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati.
Lulis menjelaskan, kendala utama di lapangan adalah sulitnya melakukan pengawasan melekat di rumah. Mengingat kedua orang tuanya telah tiada, sementara kakak yang merawatnya harus mengasuh anak balita. Hal ini membuat sang bocah sering lolos dan kabur ke jalanan.
Panti Rehabilitasi Jabar Sempat Menolak
Pihak Dinsos Sukabumi sebenarnya sempat mencarikan panti rehabilitasi khusus di Jawa Barat untuk merawat anak tersebut. Panti dan keluarga pun sudah memberikan lampu hijau. Namun, rencana tersebut batal setelah hasil tes kesehatan sang anak keluar.
"Awalnya panti di Jabar mau terima dan siap kita antar, keluarga juga sudah mengizinkan. Tapi setelah lihat hasil tes kesehatannya, jadi nggak diterima sama Jabar," jelas Lulis tanpa merinci detail hasil tes kesehatan yang dimaksud.
Saat ini, Sentra Phalamartha yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial (Kemensos) disebut telah turun tangan untuk ikut menangani kasus ini.
"Rencana hari ini kita akan koordinasi lagi dengan Kemensos melalui Sentra Phalamartha untuk mencari solusi terbaik bagi masa depan anak ini," pungkas Lulis.

