Wacana mengubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda terus memantik perdebatan publik. Di tengah munculnya dukungan dari sejumlah tokoh budaya, usulan tersebut juga menuai kritik dari berbagai kalangan.
Mereka yang mengkritik usulan perubahan nama tersebut mayoritas datang dari berbagai lapisan masyarakat, pegiat budaya di wilayah Pantura, hingga kelompok yang menilai pemerintah seharusnya lebih fokus menyelesaikan persoalan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan memilih tidak memberikan penilaian secara langsung. Ia menegaskan persoalan itu masih berada dalam tahapan proses dan menjadi kewenangan Gubernur Jawa Barat.
Menurut Erwan, seluruh proses pembahasan sebaiknya dihormati tanpa perlu disikapi secara berlebihan.
"Saya serahkan sepenuhnya kepada Pak Gubernur, karena memang Pak Gubernur yang punya kebijakan," kata Erwan saat diwawancarai di Gedung DPRD Jabar, Selasa (7/7/2026).
Erwan mengatakan, masyarakat juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan terhadap usulan tersebut. Sebab hingga kini, perubahan nama Provinsi Jawa Barat masih sebatas wacana yang sedang berproses dan belum menjadi keputusan resmi.
"Ya, kita berproses saja. Silakan nanti masyarakat menilai sendiri bagaimana tanggapan-tanggapannya, juga nanti ini kan masih proses," ujarnya.
Karena itu, ia mengajak semua pihak mengikuti tahapan yang sedang berjalan tanpa menimbulkan polemik yang berlebihan. Erwan juga menegaskan dirinya tidak ingin memberikan pernyataan yang melampaui kewenangannya sebagai wakil gubernur.
"Jadi kita tidak perlu menanggapi terlalu berlebihan. Ya, nanti kita ikuti sajalah. Itu kan sepenuhnya ada pada Pak Gubernur," ucapnya.
"Saya tidak bisa memberikan tanggapan-tanggapan yang melebihi kapasitas saya sebagai wakil," pungkasnya.
Simak Video "Video: Wagub-Sekda Jabar Sepakat Islah Usai Sempat Berkonflik"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
