Pria Tasikmalaya Ngamuk gegara Cinta Ditolak Istri Orang

Pria Tasikmalaya Ngamuk gegara Cinta Ditolak Istri Orang

Deden Rahadian - detikJabar
Rabu, 01 Apr 2026 15:59 WIB
Rumah di Tasikmalaya dirusak pemuda gegara cinta ditolak
Rumah di Tasikmalaya dirusak pemuda gegara cinta ditolak (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Pepatah 'cinta ditolak, dukun bertindak' tampaknya tak berlaku bagi seorang pemuda di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Bukannya mencari jalan damai, pria berinisial D (25) justru melampiaskan kekecewaannya dengan aksi kekerasan.

Peristiwa itu terjadi di rumah seorang perempuan berinisial Al (35). D dua kali melakukan penyerangan terhadap rumah yang jadi pujaan hati pelaku yakni pada Minggu (29/3) dini hari dan terakhir pada Selasa (31/3) malam pukul 21.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ironisnya, perempuan tersebut diketahui telah berkeluarga. Penolakan cinta yang dialami D diduga menjadi pemicu aksi nekatnya.

Awalnya, pelaku datang ke rumah korban sambil berteriak-teriak memanggil namanya. Namun, karena merasa takut, korban memilih tetap berada di dalam rumah dan tidak merespons panggilan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ya kejadiannya di rumah korban," Kata Kapolsek Bojonggambir, Iptu Agus kepada detikJabar, Rabu (1/4/2026).

Tak mendapat jawaban, emosi pelaku semakin memuncak. Ia kemudian melempari rumah korban dengan batu hingga mengenai kaca jendela kamar. Tak berhenti di situ, pelaku juga merusak fasilitas lain dengan memutus kabel WiFi menggunakan golok.

Peristiwa ini ternyata bukan yang pertama. Aksi serupa disebut telah terjadi dua kali dalam rentang waktu berbeda.

"Jadi dia dia kali datang. Teriak-teriak manggil korban. Korban gak keluar karena takut. Pelaku kemudian melempar rumah korban gunakan batu dan pakai golok kabel (WiFi) diputus," kata Agus.

Menurut keterangan kepolisian, motif pelaku murni dilatarbelakangi rasa sakit hati karena cintanya tidak diterima oleh korban.

"Korban menolak cinta pelaku karena korban ini punya suami, sehingga mana mungkin mau menerima cinta dari pelaku yang memang sudah lama menyimpan rasa cinta terhadap korban" terang Agus.

Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Yusup Suryana, memastikan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari korban melalui layanan darurat 110. Petugas langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.

"Awalnya ada masuk laporan di 110 kami Polres Tasikmalaya dan Polsek Bojong gambir respon cepat atasi persoalan ini. Pelaku diamankan," ujar Agus.

Ia menjelaskan, pelaku sempat dua kali mendatangi rumah korban. Pada kedatangan kedua, situasi semakin memanas karena pelaku membawa senjata tajam dan melontarkan ancaman.

"Sebenarnya kejadiannya sudah dua kali, yang pertama pada hari minggu tanggal 29 maret sekitar pukul 00.10 dinihari, lalu dia datang lagi pada hari Selasa kemarin. Bawa golok dan teriak teriak," katanya.

Aksi pelaku yang semakin agresif pada kedatangan kedua akhirnya mengundang perhatian warga sekitar. Bersama aparat kepolisian, warga kemudian berhasil mengamankan pelaku untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Petugas gerak cepat untuk hindari hal tidak diinginkan. Kami amankan pelaku untuk dimintai keterangan," katanya.

Kini, pelaku telah diamankan di kantor polisi. Pria yang dikenal sebagai preman kampung itu tampak menyesali perbuatannya.

"Menyesal saya pak," Kata D singkat.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads