Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Surade Sukabumi Ditangkap

Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Surade Sukabumi Ditangkap

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Minggu, 07 Jun 2026 08:54 WIB
Ilustrasi pemerkosaan
Ilustrasi pemerkosaan (Foto: Chuk Shatu Widarsha/detikJatim)
Sukabumi -

Babak baru kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa bocah perempuan berusia 11 tahun di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, akhirnya bergulir ke ranah hukum.

Setelah santer diisukan berakhir lewat jalur 'damai', ibu korban akhirnya resmi melaporkan kasus tersebut ke kepolisian pada Sabtu (6/6).

Langkah tegas ini sekaligus memutus rantai intimidasi yang kabarnya sempat dialami oleh keluarga korban. Tak butuh waktu lama setelah laporan resmi tersebut dibuat, aparat kepolisian langsung bergerak cepat mengamankan terduga pelaku yang tak lain adalah ayah kandung korban sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, melalui Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Ilham Sapta Permadi, membenarkan adanya pelaporan dari pihak keluarga serta penangkapan terduga pelaku.

ADVERTISEMENT

"Ibu korban sudah melapor, pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan, masih kita mintai keterangan," ungkap Iptu Ilham membeberkan perkembangan kasus tersebut kepada detikJabar, Minggu (7/6/2026).

Menariknya, berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, proses pelaporan keluarga korban ke pihak berwajib diantar aparatur kewilayahan setempat.

Tidak hanya berangkat berdua, ibu dan korban rupanya diantar langsung oleh Kepala Desa (Kades) Sirnasari, Kepala Dusun (Kadus), hingga Ketua RT setempat.

Kepala Desa Sirnasari, Miftahudin, membenarkan bahwa warganya telah resmi menempuh jalur hukum dan pihaknya ikut mendampingi proses tersebut.

"Betul, ibu korban sudah membuat laporan polisi. Selain korban dan ibunya, ada kerabatnya juga yang dimintai keterangan oleh polisi," jelas Miftahudin saat dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, kabar memilukan soal dugaan pemerkosaan ini menyebar luas dan viral di media sosial.

Kasus yang menimpa bocah kelas 5 SD tersebut memantik kemarahan publik lantaran disebut-sebut berujung damai akibat pihak keluarga miskin terbebani bayangan biaya lapor polisi dan diintimidasi pelaku.

Tak hanya itu, unggahan yang beredar juga memuat narasi miris bahwa korban mengalami luka robek serius yang terpaksa hanya diobati menggunakan kunyit akibat minimnya akses kesehatan.




(sya/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads