Aksi penyelundupan narkoba kembali digagalkan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung. Lagi-lagi, narkoba jenis sabu diselundupkan melalui dubur dengan kondisi barang haram tersebut dibungkus kondom, Senin (8/6/2026).
Aksi nekat ini dilakukan oleh seorang pria berinisial F. Barang haram ini rencananya akan diserahkan kepada warga binaan di lapas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelundupan narkoba itu berhasil diendus petugas karena F menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Banceuy, Andhika Saputra, mengatakan bahwa sebelum masuk, F menjalani pemeriksaan sesuai SOP yang berlaku di lapas.
"Gerak-geriknya memang mencurigakan sejak dari depan saat masuk, nanti juga mungkin ada CCTV-nya. Saat masuk ke dalam juga, ketika diperiksa, terlihat gelisah," kata Andhika kepada awak media.
Andhika mengungkapkan, saat petugas hendak memeriksa bagian kemaluan F, terlihat alat kontrasepsi yang menonjol dari duburnya. Setelah diperiksa di bagian dubur, benar ditemukan narkoba yang disembunyikan.
"Kemudian kita amankan di sini seberat 19,14 gram narkotika diduga jenis sabu," ungkapnya.
F sudah diamankan. Pihak lapas juga sudah berkoordinasi dengan BNN Provinsi Jawa Barat dan Satresnarkoba Polrestabes Bandung untuk menindaklanjuti temuan narkoba tersebut.
Saat berkunjung ke lapas tersebut, F tidak sendiri, melainkan pergi bersama ibu dari seorang warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman. F mengenal warga binaan tersebut, namun dia bukan anggota keluarganya.
Pihaknya juga mendalami apakah ibu dari warga binaan tersebut mengetahui rencana F yang akan menyelundupkan narkoba atau tidak.
"Ibunya juga sedang diperiksa bersama yang bersangkutan, dikhawatirkan memang ibunya juga diduga mengetahui bahwa yang bersangkutan menyembunyikan atau menyelundupkan sabu ini ke dalam duburnya atau pantatnya," jelasnya.
Andhika membenarkan bahwa modus penyelundupan narkoba yang dimasukkan ke dalam dubur bukan pertama kalinya ditemukan petugas di Lapas Banceuy. Upaya penyelundupan dengan cara tersebut sudah beberapa kali terjadi dan dilakukan oleh pengunjung laki-laki maupun perempuan.
"Ya, jadi sudah kesekian kalinya memang, baik itu pada laki-laki maupun perempuan. Rata-rata memang karena organ tubuh bagian dalam ini mungkin dirasa aman," terangnya.
Demi mengantisipasi barang terlarang masuk, Lapas Banceuy memiliki sistem pemeriksaan berlapis untuk mencegah berbagai modus penyelundupan ke dalam lapas. Pemeriksaan dilakukan mulai dari pemindaian menggunakan alat X-ray hingga penggeledahan fisik terhadap pengunjung.
"Petugas perempuan memeriksa pengunjung perempuan, sedangkan pengunjung laki-laki diperiksa oleh petugas laki-laki," pungkasnya.
(wip/orb)