Malam yang tenang di Kampung Pamuruyan RT 04/01, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi tragedi berdarah.
Tiga pelajar yang tengah asyik nongkrong tumbang bersimbah darah usai dibacok geng motor bersenjata tajam yang datang secara brutal dan tiba-tiba.
Polisi kini menargetkan buru para pelaku yang melarikan diri di balik aksi sadis tersebut. Andi, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, menceritakan BeritaKlik-BeritaKlik mengerikan saat para pelaku datang menebar teror.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pelaku datang menggunakan sepeda motor matik dan langsung menyeret senjata tajamnya ke aspal sebelum menyerang korban.
"Awal kejadian, saya posisi lagi berdiri ya di bawah. Lihat motor tuh remaja lah gitu, pake motor matik. Langsung bawa celurit, dimainin ke aspal. Langsung menuju ke atas, nah lagi nongkrong langsung dibacokin," ungkap Andi kepada awak media di lokasi.
Andi menambahkan para pelaku diduga datang secara bergerombol dalam satu motor. Warga yang melihat kejadian tersebut sebenarnya sempat meringkus pelaku, namun sayangnya mereka berhasil lolos kembali.
"Persis tadi saya lagi berdiri di bawah. Yang di motor tadi saya liat ada dua, tiga orang, kalau nggak salah. Satu motor matik, celurit panjang tadi. Tadi kan sempet ditangkap, cuman lepas lagi gitu. Iya lepas," sesalnya.
Aksi brutal komplotan tersebut rupanya sempat mendapat perlawanan sengit dari warga lainnya, yang kebetulan juga bernama Andi. Pria ini tanpa gentar memburu pelaku ke arah sungai setelah menyadari adanya gelagat tawuran di dekat bengkelnya.
"Saya kan lagi di bengkel, lagi sendirian. Ada orang bawa celurit tuh. Pasti kata saya ada yang tawuran nih. Lalu celuritnya dikasih sama temennya. Temennya lari dari motor. Sama saya dikejar. Kirain ke sini, ternyata ke sana. Iya, temannya yang satu ke sungai," beber Andi.
Andi mengaku sempat ditantang duel dan diancam menggunakan senjata tajam oleh pelaku. Pergumulan tak terhindarkan hingga bajunya sobek.
"Sama saya gini, 'mau dibacok?' kata saya 'silakan' gitu. Cuman celuritnya dikasih temennya. Sama saya digini dipegang, sampai bajunya sobek," tuturnya menceritakan momen penyerangan tersebut.
Suasana duka dan kebingungan amat terasa di IGD RSUD Sekarwangi. Salah seorang kerabat wanita korban terlihat sangat syok mendapati anggota keluarganya terluka parah. Serangan yang terjadi begitu cepat itu membuatnya sangat terpukul.
Sementara itu, Ketua RW 01 Desa Cisarua, Maman, mengaku kaget karena peristiwa berdarah seperti ini sangat asing di kampungnya. Ia langsung bergegas ke rumah sakit setelah mendapat laporan dari warganya.
"Itu kejadiannya kurang begitu jelas, cuman begitu setelah kejadian, warga itu laporan ke saya, Pak RW anak siapa, warganya ada yang kena musibah. Saya cepet-cepet langsung menuju ke sini, datang ke sini juga udah pada penuh, udah susah saya komunikasi juga gitu," jelas Maman.
Setibanya di IGD, Maman membenarkan bahwa salah satu korban merupakan warganya, sementara dua lainnya tidak ia kenali. "Ya kebanyakan ya dari warga juga, dari anggota Polsek juga banyak. Terus yang musibah itu yang warga saya itu yang kena bacok tangannya. Yang itu satu, satu orang warga RW 01 lah pokoknya. Sementara yang dua itu enggak kenal saya. Selama saya menjabat 1 tahun setengah ini baru kali ini kejadian seperti begini di warga saya," paparnya.
Sementara itu, ditemui di lokasi, Bripka Rizal Ardyanto mengaku langsung mensterilkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari jejak pelaku. Ia memastikan ada tiga remaja yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
"Tiga orang korban usia 16 tahun, status pelajar. Yang satu lagi juga masih pelajar umurnya 16 tahun. Yang satu lagi umur 16 tahun," terang Rizal saat merinci data di lapangan.
Mengenai luka menganga yang dialami para korban, ia menyebut bahwa serangan tersebut menggunakan senjata tajam dan benda tumpul di beberapa bagian tubuh.
"Yang pertama, di kepala ada luka robek diduga ya kena lemparan benda tumpul, terus di kakinya juga. Kemudian korban lain ada yang tangan sebelah kiri ada luka sobek. Itu juga sudah diperban, saya juga belum lihat ya karena itu udah dijahit. Yang satu lagi luka di bagian kaki," urainya.
Kini, kepolisian tengah fokus mengumpulkan petunjuk untuk segera mengungkap kasus tersebut.
"Kita masih dalam tahap penyelidikan, kita juga belum tahu untuk soal kronologisnya seperti apa dan untuk lokusnya juga kita mau tentukan di TKP sekarang. Ini barang bukti yang ditemukan di TKP," pungkasnya sambil memperlihatkan senjata tajam yang tertinggal.
(sya/sud)