Pengakuan Taufik Hidayat ke Polisi Sekap Pacar 1,5 Tahun

Pengakuan Taufik Hidayat ke Polisi Sekap Pacar 1,5 Tahun

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 24 Jun 2026 10:28 WIB
Tampang Taufik Hidayat Penganiaya Wanita di Bandung
Taufik Hidayat pelaku penyekapan dan penganiayaan wanita di Bandung (Foto: Istimewa).
Bandung -

Pelarian Taufik Hidayat (30) akhirnya kandas. Pria asal Nagreg yang tega menganiaya dan menyekap kekasihnya, YTR (29), selama belasan bulan itu tak berkutik saat diringkus polisi di kediaman kerabatnya di wilayah Ciparay, Kabupaten Bandung.

Penangkapan Taufik sempat memicu reaksi keras dari netizen. Dalam video penangkapan yang beredar luas, Taufik tampak tenang. Sorot matanya yang dingin membuat warganet geram dan menyebutnya menunjukkan wajah tanpa dosa meski telah melakukan aksi keji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang lebih mengejutkan, Taufik secara blak-blakan mengakui durasi penyekapan yang tergolong sangat lama. Saat diinterogasi petugas mengenai berapa lama ia mengurung korban, ia menjawabnya dengan santai.

"Taufik Hidayat, kemarin berapa lama disekap itu (menyekap korban)?" kata petugas.

ADVERTISEMENT

"Satu tahun setengah," jawab Taufik dengan kondisi tangan diborgol kabel ties berwarna kuning.

Selama menjadi buron, Taufik mengaku terus berpindah tempat untuk menghindari kejaran korps baju cokelat. Ia sempat melipir ke beberapa kota di luar Bandung.

"Ke Cimindi (Cimahi), ke Tangerang, lalu ke beberapa daerah sana Pak," ujar Taufik.

Meski sempat licin saat melarikan diri, Taufik kini mengklaim dirinya menyesal. Ia menyatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap YTR di hadapan hukum.

"Akan tanggung jawab. Menyesal, nyesel banget," ujarnya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menjelaskan bahwa tersangka melakukan aksi kekerasan tersebut dalam kondisi mabuk. Berdasarkan pengakuan tersangka, konsumsi alkohol menjadi pemicu utama emosinya meledak saat berselisih dengan korban.

"Semua yang dia lakukan dia mengakui, dan dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal, karena ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu. Setiap hari ini konsumsi alkohol, selalu berdebat dan bercekcok dengan kekasihnya, dan terjadilah penganiayaan seperti itu," kata Rudi di Mapolda Jabar, Selasa (23/6) malam.

Rudi membeberkan kronologi pelarian tersangka yang sempat merasa aman di perantauan sebelum akhirnya dilingkupi rasa ketakutan yang luar biasa.

"Kisah pelariannya tadi sempat diceritakan, yang bersangkutan sempat berpindah ke Tangerang. Merasa bahwa Tangerang itu tempat yang aman, tapi di sana juga bingung, dan merasa tidak aman, dan kembali lagi ke Jawa Barat. Kami sempat menanyakan juga bahwa yang bersangkutan juga merasa takut, curiga sama semua orang, dan tidak tahu mau ke mana, dan akhirnya sampailah di Majalaya dan tertangkap itu," ucap Rudi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Detik-detik Perampok Smelter Timah di Bangka Ditangkap Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads