1 Orang Tewas-Ratusan Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Pemalang

1 Orang Tewas-Ratusan Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Pemalang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 17:53 WIB
Banjir bandang di Purbalingga menelan satu korban jiwa.
Dampak banjir bandang di Purbalingga. Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Semarang -

Sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) dihajar banjir bandang. Di Pemalang, satu warga dilaporkan tewas dan ratusan warga lainnya terpaksa mengungsi.

"Untuk Kabupaten Tegal ada rencana untuk menaikkan status darurat, termasuk Pemalang," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan saat dimintai konfirmasi detikJateng, Sabtu (24/1/2026).

Bergas menyebut rencana menaikkan status dari siaga menjadi darurat bencana akan dilakukan untuk percepatan pemulihan dampak bencana dan dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya dalam rangka kemudahan akses dan dukungan pemerintah di atasnya, provinsi dan pusat. Serta ada sistem komando untuk penanganan dan pemulihan yang lebih terarah dan cepat," jelas Bergas.

Menurut Bergas, banjir bandang ini menelan korban jiwa dan puluhan orang terluka di Kabupaten Pemalang. Selain itu, ratusan orang juga mengungsi.

ADVERTISEMENT

"Korban jiwa 1 meninggal dunia, 2 luka berat, 22 luka ringan sudah di bawa ke rumah sakit. Pengungsi 119 orang," jelas Bergas.

Sementara di Tegal, banjir dilaporkan menerjang objek wisata Guci. Sejumlah titik di tempat wisata itu porak poranda diterjang banjir.

"(Kerusakan di Guci yaitu) Jembatan Jedor dan Jembatan Pancuran 13 rusak berat, kerusakan area Obyek Wisata Pancuran 13 dan area Obyek Wisata Pancuran 5, jembatan gantung Pancuran 5 rusak, serta satu unit excavator mini hanyut terbawa arus," jelas Bergas.

Sebelumnya, Camat Pulosari, Arif Seno Aji, menyebut warga yang bermukim di sekitar aliran Kali Penakir, wilayah Dukuh Karanganyar Desa Nyalembeng telah dievakuasi demi akibat banjir bandang.

"Ini yang terdampak arah di Desa Penakir, Nyalembeng dan Gunungsari," Kata Arif saat dihubungi detikJateng.

Menurut Arif, hingga Sabtu siang ini, tercatat sudah ada sekitar 300 orang yang mengungsi, yang dibagi menjadi tiga titik pengungsian, yakni di Kantor Kecamatan, Gedung NU, dan TK Pulosari.

"Ada sekitar 300 warga mengungsi di Kecamatan (kantor kecamatan),Gedung NU, dan TK Pulosari," ucapnya.

Sementara itu, Arif Seno Aji, juga mengonfirmasi adanya mayat yang ditemukan diduga korban banjir. Dia juga mengungkap identitas korban.

"Identitas atas nama umur 33 tahun, warga Desa Penakir. Masih di Rumah Sakit Moga," ungkapnya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads