Data Terkini Dampak Banjir Bandang di 3 Wilayah Lereng Gunung Slamet

Data Terkini Dampak Banjir Bandang di 3 Wilayah Lereng Gunung Slamet

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 19:09 WIB
Penampakan banjir bandang di lereng Gunung Slamet, Sabtu (24/1/2026).
Penampakan banjir bandang di lereng Gunung Slamet, Sabtu (24/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Semarang -

Hujan deras mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet sejak Jumat (23/1) mengakibatkan banjir bandang di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yakni Purbalingga, Pemalang, dan Tegal. Begini kondisinya.

"Banjir bandang di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Purbalingga, Pemalang, dan Tegal," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan saat dimintai konfirmasi detikJateng, Sabtu (24/1/2026).

Pemalang

Di Kabupaten Pemalang, Bergas menyebut banjir bandang menerjang empat desa di dua kecamatan, yakni Desa Gunungsari, Penakir, dan Jurangmangu, Kecamatan Pulosari serta Desa Sima, Kecamatan Moga. Banjir bandang ini menelan korban jiwa dan membuat ratusan pengungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban jiwa 1 MD, 2 luka berat, 22 luka ringan sudah di bawa ke rumah sakit. Pengungsi 119 orang," jelas Bergas.

ADVERTISEMENT

Bergas menerangkan, banjir bandang ini juga menyebabkan sejumlah kerusakan infrastruktur, mulai dari rumah hingga jembatan.

"Rumah terdampak 4 unit, fasilitas ibadah 1 unit, 2 jembatan antar desa terputus, dan jembatan Sungai Reas kondisi rusak," ungkap Bergas.

Purbalingga

Sementara di Kabupaten Purbalingga, banjir bandang disertai material lumpur dan batu menerjang Kecamatan Rembang dan Karangreja. Akses jalan dua dusun tertutup material banjir.

"Akses jalan Dusun Malang dan Dusun Bambangan terisolir akibat tertutup material banjir. Jembatan Kali Bambangan putus total," jelas Bergas.

Tercatat ada 31 Kepala Keluarga (KK) atau 110 jiwa warga Desa Kutabawa yang mengungsi. Mereka diketahui merupakan warga RT 17 dan 19 RW 5.

Tegal

Sedangkan di Kabupaten Tegal, banjir bandang melanda kawasan Objek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa sejak Sabtu (24/1) sekitar pukul 01.30 WIB. Luapan dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung merusak sejumlah area wisata.

"(Kerusakan di Guci yaitu) Jembatan Jedor dan Jembatan Pancuran 13 rusak berat, kerusakan area Obyek Wisata Pancuran 13 dan area Obyek Wisata Pancuran 5, jembatan gantung Pancuran 5 rusak, serta satu unit excavator mini hanyut terbawa arus," terang Bergas.

Akibat kejadian ini, aktivitas wisata di Guci dihentikan sementara demi keamanan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih terus melakukan penyisiran dan pemantauan.

Sebelumnya, adanya korban tewas juga dilaporkan terjadi di Purbalingga. Korban bernama Solihah (26) yang saat banjir bandang sedang berada di rumah.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Purbalingga, Yulianto, membenarkan adanya satu korban meninggal dunia akibat banjir bandang di wilayah tersebut.

"Betul ada satu yang meninggal dunia tadi setelah dievakuasi terus dibawa ke rumah sakit baru meninggal dunia. Karena posisi lagi istirahat di rumah. Warga Desa Serang," kata Yulianto.

Ia menambahkan, saat ini BPBD masih fokus melakukan pendataan dan evakuasi material banjir agar aktivitas warga kembali normal.

"Kami masih fokus mendata dan melakukan evakuasi agar jalanan bisa dilalui dan aliran sungai disterilkan," pungkasnya.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads