Kadus Luruskan Isu Suami di Grobogan Belah Rumah Jadi 2 gegara Istri Selingkuh

Kadus Luruskan Isu Suami di Grobogan Belah Rumah Jadi 2 gegara Istri Selingkuh

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Sabtu, 14 Feb 2026 21:17 WIB
Aksi suami di Grobogan membelah rumahnya sendiri jadi 2, Jumat (13/2/2026).
Aksi suami di Grobogan membelah rumahnya sendiri jadi 2, Jumat (13/2/2026). Foto: dok. TikTok/TikTok @batangupdate
Grobogan -

Seorang suami di Grobogan viral di media sosial (medsos) membelah rumahnya jadi dua. Perangkat desa setempat merespons narasi yang menyatakan bahwa tindakan itu terjadi karena si suami menuduh istrinya berselingkuh.

Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun TikTok @batangupdate. Terlihat beberapa laki-laki tengah membongkar genteng, menggergaji meja kayu panjang menjadi dua bagian, hingga memotong gebyok rumah.

Dalam narasi videonya, akun itu mengatakan bahwa aksi suami didasari karena adanya dugaan perselingkuhan dari sang istri. Masalah berlanjut ketika sang suami ingin memindahkan rumah itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persoalan bermula ketika sang istri diduga terlibat perselingkuhan. Pihak suami disebut masih ingin mempertahankan rumah tangga, namun sang istri menolak. Dalam kondisi memanas, suami berniat memindahkan rumah limasan itu ke daerah asalnya," tulis takarir akun tersebut dilihat detikJateng pada Sabtu (14/1/2026).

ADVERTISEMENT

"Keputusan tersebut tidak diterima oleh orang tua pihak istri. Mereka kemudian mendatangi Ketua RT dan perangkat desa (carik) untuk memediasi persoalan tersebut," sambungnya.

Video itu sudah ditonton lebih dari 2,4 juta pengguna TikTok. Bahkan, sudah lebih dari 15 ribu orang yang membagikan video tersebut.

Kepala Dusun Sambong, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Bambang Irawan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat (13/2) di wilayahnya. Ia membantah isu bahwa kejadian itu terkait dengan perselingkuhan.

"Kejadiannya di RT 4 RW 5, Jumat kemarin. Itu (narasi perselingkuhan) kurang akurat. Itu mboten nggali informasi dari saya. Tidak selingkuh kok, itu cuma praduga saja," kata Bambang saat dimintai konfirmasi detikJateng, Sabtu (14/2).

Bambang berujar, adapun insiden viral itu berawal dari si istri bersama ibunya datang kepadanya dan mengadu terkait permasalahan rumah tangga.

"Istrinya sama ibunya datang ke saya, katanya punya masalah," ujar Bambang.

Pada hari yang berbeda, Bambang mengajak keduanya bertemu di kantor desa. Kemudian Bambang merencanakan pertemuan antara kedua belah pihak di rumahnya.

"Jumat minggu lalu, pagi itu saya ajak ketemu di (kantor) desa sama Pak Carik. Malamnya itu saya temukan di rumah saya, (yang hadir) kedua belah pihak, orang tua pun juga hadir, Pak Carik juga," ujar Bambang.

Pada pertemuan malam itu, Bambang menyebut bahwa sang istri menyampaikan jika suaminya kasar. Sang suami sempat ingin membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Waktu itu baru membahas tentang keluarga. Lakinya itu kan katanya kasar, tapi yang lakinya itu mau ada surat pernyataan yang intinya itu tidak akan mau ngulangin lagi," tutur Bambang.

"Kasar itu bukan main kekerasan tangan, bukan. Cuma karakter saja, omongane nek orang Jawa bilang sengak, rodok keras (kasar) gitu (omongannya)," tambahnya.

Bambang menyampaikan keinginan si suami itu ditolak oleh sang istri. Menurutnya, pertemuan malam itu juga berlangsung alot.

"Ya laki-laki mau, tapi ditolak sama istri. Pihak istri, ndak mau yang istrinya. Alot sekali itu untuk pembahasan waktu itu," beber Bambang.

Karena tak membuahkan hasil dan malam semakin larut, Bambang meminta mereka untuk pulang. Ia berharap kedua belah pihak dapat memikirkan masalah ini dengan cermat.

Tiga hari kemudian, sang istri mengatakan pada Bambang keinginannya untuk berpisah dengan suaminya. Bambang diminta menyampaikan perihal itu pada si suami.

"Tiga hari itu, ceweknya itu sudah sudah bilang sama saya. Saya suruh sambung lidah sama si suami, tiga hari itu ternyata ceweknya enggak bisa akur lagi. Intinya mau pisah," kata Bambang.

Hari setelahnya, sang suami menemui Bambang. Ia mengutarakan keinginannya untuk membawa rumah yang ditinggali mereka berdua ke daerah asalnya.

"Yang lakinya itu datang ke rumah saya. Nah itu bilang pripun si istri enggak mau bersatu lagi. Matur nek bawa rumahnya mau dibawa ke daerah asal," ujar Bambang.

Bambang menjelaskan sang suami berasal dari Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Sementara sang istri, merupakan warga asli Desa Mlowokarangtalun.

Suami Sempat Diminta Pikir Ulang soal Gana-gini

Saat mengetahui niat sang suami, Bambang sempat memberi nasihat. Ia meminta agar si suami tidak memikirkan soal harta gana-gini karena keduanya belum bercerai.

"Saya sarankan, 'mas, mbok jangan membahas masalah gono gini. Jenengan kan masih suami istri to mas'. Kan sakbenere kan yo gini iki ditentukan kan yo nek wis selesai cerai bener-bener cerai, alias pengadilan," tutur Bambang.

Bambang lalu mengajak si suami untuk datang ke rumah orang tua istri yang masih berada di desanya. Di sana, terjadi diskusi soal pembagian rumah yang mereka tinggali.

"Terus itu saya rasa enggak ada titik temu lagi, karena itu ide-idenya itu konyol sekali. Kenapa konyol? Itu masa rumah mau dibelah dua kan konyol itu namanya. 'Njenengan konyol mas, ide jenengan. Jenengan berarti ora entuk barang, malah rugi entuke jenengan viral'. 'Lah ben viral', 'waduh', aku ngono," ujar Bambang sambil menirukan percakapan waktu itu.

"Sing cowoknya (sempat bilang) gini, gak iso nek paro loro kan gitu. Heeh. Kamu kan cewek, cewek kan biyen nggendong, nek aku cowok kan berarti mikul. Terus sempat nawani itu biar dinilai uang, lalu nanti baru dibagi, saya gitu. Lah, cowoknya bilang gini, 'nggak bisa nek dijual pak,' Tetep saya bilang dijual, kan dia minta separo kan gitu," lanjutnya.

Merasa sudah tidak ada titik temu, Bambang kemudian berlepas diri dari urusan rumah tangga keduanya. Ia hanya berpesan agar tidak ada kekerasan dalam persoalan ini.

"Terus saya waktu itu sudah langsung pamitan. Intinya pamitan dalam arti sudah enggak bisa bantu lagi. Saya sudah tiga kali mempertemukan enggak ada hasilnya. Sekarang dirembuk dulu yang baik-baik jangan ada pertengkaran jangan ada kekerasan," ucap Bambang.

Tetap Belah Rumah Jadi 2

Peristiwa pembelahan rumah itu terjadi pada Jumat (13/2) pagi hingga sore hari. Bambang yang sedang bertani mendapat kabar dari teman dan tetangga rumah tersebut.

"Kejadiannya Jumat pagi sampai sekitar jam 16.00 WIB. Saya dikirimi foto bahwa rumahnya sudah dibuka, gentingnya itu sudah dibuka," tutur Bambang.

Menurut Bambang, sang suami menyuruh orang lain untuk membelah rumah dan isinya menggunakan gergaji mesin.

"Bukan yang punya rumah itu yang membelah. Mungkin ya tukang tukang gergaji mungkin suruhan dari si suami. Suami waktu itu juga nungguin di situ," kata Bambang.

Para tukang membelah rumah limasan dan beberapa furniture di dalamnya menjadi dua. Bambang mengatakan hasil dari belahan rumah itu kemudian dibawa sang suami ke rumah orang tuanya.

"Yang dibelah itu rumahnya sama kepakan (atau) dinding depan itu. meja tebal panjang, keramik yang model paving itu juga. Meja itu kan ada pelengkapnya bangku dua, itu tidak dibelah tapi dibagi satu-satu," jelas Bambang.

"(Hasil yang dibelah) yang punya suaminya, dibawa pulang ke rumah orang tuanya," imbuhnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Surabaya Samator Bungkam Alib Grobogan di SBY Cup 2026"
[Gambas:Video 20detik]
(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads