Nelangsa Sokhib Sepekan Ngungsi Usai Rumahnya Hancur Dihantam Tongkang

Nelangsa Sokhib Sepekan Ngungsi Usai Rumahnya Hancur Dihantam Tongkang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Kamis, 12 Mar 2026 20:09 WIB
Sokhib memandangi rumahnya di Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang rusak dihantam tongkang, Kamis (12/3/2026).
Sokhib memandangi rumahnya di Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang rusak dihantam tongkang, Kamis (12/3/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Mata Sokhib tampak nanar memandangi rumahnya yang kini 'rata dengan air'. Rumahnya di kampung tengah laut Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menjadi salah satu yang hancur ditabrak tongkang hanyut.

"Penyebabnya (rumah hancur) adalah ya tongkang itu (yang menabrak rumah)," kata Sokhib saat ditemui detikJateng di depan rumahnya, Kamis (12/3/2026) sore.

Sokhib bercerita rumah tersebut sudah rusak sejak Jumat pekan lalu. Selama itu pula, ia bersama enam penghuni rumah lain mengungsi di masjid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah enam hari ngungsi di masjid. Ada tujuh orang penghuni (di rumahnya yang hancur)," ujar Sokhib.

Selama rumah tersebut belum diperbaiki, Sokhib bakal terus mengungsi di masjid. Ia berharap ada tanggung jawab dari pemilik tongkang untuk membangun kembali rumahnya.

ADVERTISEMENT

"Yang diharapkan ya seperti semula, punya rumah lagi. Nggak ada rumah ya bingung, susah ya," tukas Sokhib.

Di tempat yang sama, Kasat Polairud Polres Demak, Iptu Bambang Suhartoyo mengatakan rumah-rumah yang rusak akibat hantaman tongkang telah didata oleh pemilik tongkang.

"Sudah dilakukan pendataan oleh pihak pemilik rumah dan pihak pemilik kapal," kata Bambang.

Bambang menyebut ada empat rumah yang rusak. Ia merinci empat rumah tersebut terdiri dari rumah huni dan warung yang menempel di rumah tersebut.

"Dampak kerusakan terkini masih dapat kita lihat bersama (sejumlah) empat rumah, di antaranya (yang rusak) rumah huni terus ada berdampingan dengan warung atau depannya warung, di belakang warung," terang Bambang.

Menurut Bambang, para penghuni rumah yang rusak tersebut kini mengungsi di masjid. Ia belum mengetahui pasti kapan akan dilakukan perbaikan rumah.

"Dari kepentingan, kehidupan sehari-hari, bertahan, berlindung di area serambi masjid," ungkap Bambang.

Selain rumah dan warung milik warga, menurut Bambang, sejumlah fasilitas makam terapung Syekh Mudzakir yang berada di lokasi tersebut juga mengalami kerusakan.

"Dari pagar tembok terbuat dari beton yang namanya gapura, yang namanya pagar-pagar yang melingkup melindungi itu hancur semua, rata dengan tanah sudah tidak bisa kita lihat di area sekitar makam," ucap Bambang

"Dan jembatan yang terbuat dari cor beton sekitar hampir 30 meter itu juga putus tergerus oleh kuatnya besi tongkang tersebut," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kapal tongkang sepanjang 75 meter hanyut di perairan Pantai Utara (Pantura) dan menghantam Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Jumat (6/3) malam.

Kasat Polairud Polres Demak, Iptu Bambang Suhartoyo mengatakan mulanya kapal tongkang itu berangkat dari wilayah Tegal dan hendak menuju ke Kalimantan. Tak ada muatan yang dibawa kapal tersebut.

"Dari wilayah Tegal yang tujuan akan sampai di Kalimantan, tidak bermuatan," kata Bambang kepada detikJateng di Tambatan Penyeberangan Ojek Kapal Morosari, Kecamatan Sayung, Sabtu (7/3) siang.

Dalam perjalanannya, Bambang menyebut kapal itu hendak bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Namun, saat hendak mencari tempat aman, tali penghubung tongkang dengan thug boat terputus.

"Sebenarnya akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang bersama thug boat yang semula diyakini di Tanjung Mas itu aman. Nah, tiba-tiba mau mencari tempat aman, talinya sling atau apa itu putus," ujar Bambang.

"Terus dikejar oleh kapal pengangkutnya itu tidak sampai dapat dikendalikan lagi. Akhirnya terus kandas di perairan Monosari, Sayung. Sekitar (pukul) 18.30 WIB itu sudah terombang-ambing dan akhirnya terdampar di situ," tambahnya.




(afn/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads