Ratusan pemudik dari Jakarta yang menaiki KRI 593 Banda Aceh TNI Angkatan Laut (AL) turun di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang pagi ini. Para pemudik ini kemudian melanjutkan perjalanan ke kampung halaman masing-masing di Jawa Tengah.
Pantauan detikJateng di lokasi, KRI 593 Banda Aceh tiba di Dermaga Nusantara Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang pukul 07.00 WIB. Kapal perang ini kemudian sandar sekitar pukul 07.25 WIB.
Ratusan pemudik kemudian berbondong-bondong keluar berjalan kaki dari KRI 593 Banda Aceh. Setelahnya, para pemudik yang membawa sepeda motor ikut keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemudik bersepeda motor langsung meluncur ke kampung halamannya masing-masing. Sementara yang tidak membawa kendaraan roda dua, sebagian ada yang dijemput keluarganya dan sebagian ikut naik bus ke terminal dan stasiun.
Terlihat ada empat unit bus yang telah disediakan dari TNI AL, Pemerintah Kota Semarang, dan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Masing-masing bus menuju Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol, serta Terminal Terboyo.
Seorang pemudik asal Kendal, Mujiyono (37) mengatakan KRI 593 Banda Aceh ini berangkat dari Jakarta pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Ia mengaku baru pertama kali ikut mudik gratis naik kapal perang.
"Alhamdulillah semuanya enak, mulai dari sahur, berbuka puasa (selama perjalanan) sudah disediakan semua," kata Muji kepada detikJateng, Rabu (18/3/2026).
Muji ikut mudik dengan kapal perang ini bersama empat anggota keluarganya yang lain. Setelah ini, ia menumpang bus yang telah disediakan menuju ke Terminal Terboyo untuk melanjutkan perjalanan ke Kendal.
"Ini gratis disediakan sampai ke terminal. Alhamdulillah disediain, kalau nyari ke luar kan susah. Nanti di terminal cari bus sendiri, baru itu yang bayar sendiri," ujar Muji.
Sementara itu pemudik motor dari Demak, Siti mengaku sudah tiga kali pulang kampung saat Idul Fitri dengan kapal perang dari TNI AL.
"Sudah tiga kali (ikut mudik naik kapal perang), karena terbantu sekali, satu gratis dan yang kedua penjagaannya aman. Semoga terus diadakan lagi," kata Siti.
Sementara itu, Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa mengatakan total ada 1.447 pemudik yang ikut mudik gratis naik KRI 593 Banda Aceh dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya. Lebih dari setengahnya turun di Kota Semarang.
"Totalnya ada 1.447 pemudik, dipaskan sama tahun hijriyahnya. Yang turun di Kota Semarang kurang lebih 800-an (penumpang)," kata Budi.
Di tempat yang sama, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Semarang Kolonel Marinir Sabprowanto menjelaskan, pemudik yang hendak melanjutkan perjalanan naik kereta api atau bus disediakan fasilitas pengantaran.
"Pemudik ada yang naik roda dua, ada yang tidak bawa. Bagi pemudik yang tidak bawa roda dua atau tidak dijemput sama keluarganya, disiapkan armada bus kemudian diantarkan ke stasiun kereta ataupun stasiun bus untuk menuju ke kampung halaman pemudik masing-masing," tutur Sabpro.
(ahr/ahr)
