Unggahan video di media sosial tentang dua kelompok remaja yang diduga tawuran lantaran layangan di Jalan Boom Lama, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, menjadi viral di media sosial. Berikut kesaksian warga sekitar.
Video tersebut salah satunya diunggah oleh akun Instagram @beritasemaranghariini pada Rabu (8/4/2026). Menurut keterangan akun tersebut, dua kelompok itu saling adu kekuatan lantaran berebut layangan putus.
"Diberitaken dari kawasan Jalan Boom Lama, Kota Semarang. Dua kubu saling "adu kekuatan". Info yang diterima "adu kekuatan" ini berawal dari layangan putus dan saling berebut," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJateng hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video itu tampak dua kelompok remaja membawa kayu panjang. Mereka tampak saling mengancam dengan mengayunkan kayu. Beberapa dari mereka mengenakan kaus sebagai penutup wajah. Sementara sejumlah kendaraan tampak berlalu lalang di tengah tawuran.
Pantauan detikJateng di lokasi malam ini, jalan yang diduga menjadi lokasi tawuran berada di samping sungai. Hanya ada satu toko yang buka.
Lokasi kejadiannya di tengah permukiman. Meski begitu, lokasi saat ini tampak sepi aktivitas warga, hanya beberapa kendaraan yang melintas.
Warga sekitar yang melihat sekaligus mendokumentasikan peristiwa tersebut, Puji (35), mengatakan tawuran tersebut terjadi pada pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib.
"Tadi mulai sekitar jam 4.00, baru selesai itu azan masuk. Jadi, tak siram pakai air biar pada bubar," kata Puji saat ditemui di lokasi malam ini.
Puji menyebut, dua kelompok remaja tersebut merupakan puluhan anak-anak hingga remaja berusia siswa SD hingga SMP. Dia menyebut tawuran biasa terjadi saat musim layangan.
"Ya, biasa kalau musim layangan memang sukanya tawuran gitu, Mas. Lebih dari 20 anak kayaknya," ujar dia.
"Misal ada layangan putus gitu kan pada ngejar, itu buat rebutan. Terus kadang yang dari daerah sana tuh nantang-nantang dulu sama anak-anak yang pada main sepak bola di pasar," lanjutnya.
Menurut Puji, pertikaian kedua kelompok remaja itu akibat saling menantang. Bahkan, kedua kelompok remaja itu saling bernegosiasi untuk memakai benda apa digunakan tawuran.
"(Awalnya berapa orang yang tawuran?) Lebih dari 10 anak. Yang dari sana gitu nantang duluan," katanya.
"Negosiasi juga loh, Mas, 'jangan pakai batu toh'. Ada yang pakai batu, nego, akhirnya ditaruh batunya," lanjutnya.
Puji mengatakan, dari kejadian tersebut tidak ada korban.
"Cuman kalau hampir kepukul mungkin ya. Jadi antara dua anak itu tadi itu bambunya itu diputer-puterin di jalan tapi mau sampai kena kaki," jelasnya.
Dimintai konfirmasi atas kejadian tersebut, Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso, mengatakan pihaknya belum mendapat laporan. Meski begitu, Heri memerintahkan anggotanya untuk mengecek lokasi.
"(Apakah sudah ada laporan?) Hari ini belum ada info, Bang. Anggota sudah saya suruh lidik ke TKP," kata Heri melalui pesan singkat kepada detikJateng.
Saat ditanya apakah akan memberi pembinaan jika terduga pelaku masih anak-anak, Heri memastikan bakal melakukannya.
"Siap, Bang, pasti, Bang," pungkasnya.
(dil/apl)
