Cerita Siswa di Sragen 10 Menit Terjepit Atap Sekolah Ambruk hingga Kaki Retak

Cerita Siswa di Sragen 10 Menit Terjepit Atap Sekolah Ambruk hingga Kaki Retak

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 12 Mei 2026 13:33 WIB
Penampakan kelas di MTS Muhammadiyah 4 Bulu yang atapnya roboh, Selasa (12/5/2026)
Penampakan kelas di MTS Muhammadiyah 4 Bulu yang atapnya roboh, Selasa (12/5/2026) Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Sragen -

Sejumlah siswa dilarikan ke RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen usai atap ruang kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, ambruk di tengah pelajaran. Salah satu korban, Mikel Fahmi, mengungkap dirinya sempat terjebak selama beberapa menit.

"Sempat tertimpa. Posisi duduknya di belakang, nggak sempat lari terus tertimpa, ya sekitar 10 menit," ucap Mikel ditemui di RSUD Soehadi Prijonegoro, Selasa (12/5/2026).

Dirinya juga sempat berteriak minta tolong selama tertimpa. Mikel menuturkan, kedua kakinya tertimpa sehingga sulit digerakkan karena retak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sempat teriak minta tolong. Dua-duanya (kaki) tertimpa, tadi katanya retak susah digerakkan," terangnya.

Mikel berujar, saat masuk kelas, tidak ada tanda-tanda bahwa atap kelasnya bakal ambruk. Apalagi, saat ini sedang berlangsung pelajaran Bahasa Inggris.

ADVERTISEMENT

"Nggak ada suara kalau mau roboh, nggak bisa lari juga, masih dalam pelajaran Bahasa Inggris tadi," ucapnya.

Mikel Fahmi, korban luka insiden atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu ambruk, saat ditemui di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (12/5/2026).Mikel Fahmi, korban luka insiden atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Bulu ambruk, saat ditemui di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (12/5/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng

Siswi lain, Hafzah, mengaku sempat mau lari tapi dirinya terjatuh dan kepala terbentur. Ia mengaku tidak ada tanda-tanda bahwa atap mau roboh.

"Mau lari tapi jatuh dan terbentur. Iya sakit di kepala," terangnya.

Menurutnya, saat itu baru saja masuk ke kelas dan mau memulai pelajaran Bahasa Inggris. Saat itu, kata dia tidak ada murid yang bisa lari.

"Baru mulai pelajaran terus roboh atapnya, tadi duduknya di depan samping kiri, nggak ada yang lari," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ruang kelas VII di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan ambrol dan menimpa sejumlah siswa dan guru. Ambrolnya atap itu, diketahui saat prosesi belajar mengajar Bahasa Inggris.

Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo, mengatakan bahwa saat kejadian sedang berlangsung pelajaran jam pertama Bahasa Inggris oleh guru bernama Nurul Eka Ismiyati. Di tengah pembelajaran, atap langsung roboh.

"Kronologi yang pertama, itu kan di waktu pembelajaran siswa. Karena itu jam pertama, gurunya Bu Nurul Eka Ismiyati, S.Pd, Bahasa Inggris. Waktu pembelajaran itu, tiba-tiba itu roboh," katanya ditemui detikJateng di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Selasa (12/5/2026).

Cahyo mengatakan tidak ada suara sebelum ruangan kelas tersebut roboh. Apalagi, saat jam pelajaran para siswa sedang fokus belajar.

"Langsung roboh. Lha kita nggak tahu karena ada anak yang di bawah fokus ke pembelajaran itu. Yang jelas, anak-anak juga ada yang luka-luka juga," ucapnya.

Lebih lanjut, Cahyo mengatakan bahwa ada enam anak serta satu guru yang dibawa ke rumah sakit, di mana salah satu korban dibawa ke RSI Amal Sehat.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads