Polisi Ungkap Pemicu Atap MTs Muhammadiyah di Sragen Ambruk Timpa Siswa-Guru

Polisi Ungkap Pemicu Atap MTs Muhammadiyah di Sragen Ambruk Timpa Siswa-Guru

Tara Wahyu NV - detikJateng
Selasa, 12 Mei 2026 14:12 WIB
Atap kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh, Selasa (12/5/2026).
Atap kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu roboh, Selasa (12/5/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Sragen -

Polisi menyelidiki insiden ambruknya atap kelas di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, Sragen, dan melukai sejumlah murid serta guru. Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengungkap kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk menjadi dugaan kuat penyebab insiden tersebut.

Dewiana menjelaskan, berdasarkan pengecekan awal di lokasi, bangunan sekolah tersebut sudah puluhan tahun tidak mendapatkan sentuhan renovasi pada bagian atapnya.

"Kalau tadi kami lihat memang bangunan ini kan bangunan tua ya. Bangunan pertama dibangun tahun 1978, kemudian sempat direnovasi tahun 2000. Sejak tahun 2000 sampai sekarang berarti sudah sekitar 26 tahun belum ada renovasi lagi," ujar Dewiana di lokasi kejadian, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi kayu penyangga yang sudah tidak layak pakai disinyalir menjadi pemicu utama ambruknya atap saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

ADVERTISEMENT

"Jadi memang kalau dilihat tadi sudah lapuk semua itu bagian atapnya. Itulah yang tadi diambil oleh tim dari Satreskrim untuk dijadikan bahan bukti untuk penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.

Guna mendalami adanya unsur kelalaian atau penyebab teknis lainnya, pihak kepolisian kini telah memasang garis polisi untuk menjaga status quo TKP. Sejumlah material bangunan juga telah diamankan sebagai sampel.

"Kami laksanakan penyelidikan lebih lanjut untuk membuat terang kejadian ini. Kami imbau ke depan pihak pengelola harus lebih bertanggung jawab dalam pemeliharaan gedung sekolah, jangan sampai ada korban lagi," tegas Dewiana.

Diberitakan sebelumnya, ruang Kelas 7 di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan ambrol dan menimpa sejumlah siswa dan guru. Ambrolnya atap itu, diketahui saat prosesi belajar mengajar Bahasa Inggris.

Wakil Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Cipto Waluyo mengatakan bahwa saat kejadian sedang berlangsung pelajaran jam pertama Bahasa Inggris oleh guru bernama Nurul Eka Ismiyati. Di tengah pembelajaran, atap langsung roboh.

"Kronologi yang pertama, itu kan di waktu pembelajaran siswa. Karena itu jam pertama, gurunya Bu Nurul Eka Ismiyati, S.Pd., Bahasa Inggris. Waktu pembelajaran itu, tiba-tiba itu roboh," katanya ditemui detikJateng di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Selasa (12/5/2026).

Cipto mengatakan tidak ada suara sebelum ruangan kelas tersebut roboh. Apalagi, saat jam pelajaran para siswa sedang fokus belajar.

Lebih lanjut, Cipto mengatakan bahwa ada enam anak serta satu guru yang dibawa ke rumah sakit dan satu anak dibawa ke RS Amal Sehat.

"Guru dibawa ke RSUD dan enam anak lainnya. Satu anak dibawa ke Amal Sehat. Jadi keseluruhan jumlahnya itu ada tujuh, plus satu guru tadi," pungkasnya.




(apu/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads