- Bolehkah Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan?
- Puasa Arafah atau Qadha Ramadan Dulu?
- Niat Puasa Arafah Sekaligus Qadha Ramadan
- Niat Puasa Qadha Ramadan
- Niat Puasa Arafah
- Keutamaan Puasa Arafah 1. Menghapus Dosa Selama Dua Tahun 2. Mendapatkan Keutamaan seperti Orang yang Beribadah Haji 3. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda 4. Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW
Puasa Arafah merupakan salah satu puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Pada tahun ini, puasa Arafah 1447 H jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 dan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Puasa sunnah ini memiliki banyak keutamaan besar. Salah satu keutamaannya adalah menjadi sebab dihapuskannya dosa selama dua tahun, yakni setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Dikutip dari buku Ternyata Shalat dan Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan oleh Ceceng Salamudin, keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW yang artinya:
"Puasa hari Arafah diperhitungkan oleh Allah untuk menghapus dosa dan kesalahan orang yang berpuasa setahun sebelum dan sesudahnya." (HR Muslim)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pelaksanaannya, tidak sedikit umat Islam yang ingin menggabungkan puasa Arafah dengan puasa Qadha Ramadan. Hal ini biasanya dilakukan oleh muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadan.
Namun, apakah puasa Arafah boleh digabung dengan puasa Qadha Ramadan? Bagaimana hukumnya menurut ulama dan seperti apa bacaan niat puasa Arafah sekaligus Qadha Ramadan dalam tulisan Arab, Latin, dan artinya? Simak uraian lengkapnya berikut ini.
Bolehkah Puasa Arafah Digabung Qadha Ramadan?
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum menggabungkan puasa Qadha dengan puasa sunnah, termasuk puasa Arafah. Sebagian ulama membolehkan penggabungan niat, sementara sebagian lainnya menganjurkan agar kedua puasa dilakukan secara terpisah.
Dilansir detikHikmah, sebagian ulama dari mazhab Syafi'iyah berpendapat seseorang diperbolehkan menggabungkan niat puasa Qadha Ramadan dengan puasa sunnah Arafah. Dengan demikian, seseorang tetap dapat menjalankan kewajiban mengganti puasa Ramadan sambil berharap memperoleh keutamaan puasa sunnah.
Dikutip dari laman NU Online, persoalan penggabungan puasa Qadha dan puasa Arafah memang menjadi salah satu pertanyaan yang sering diajukan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ustadz Alhafiz Kurniawan, menjelaskan bahwa hukum menggabungkan kedua puasa tersebut adalah boleh dan sah.
"Qadha puasa Ramadannya tetap sah. Sedangkan ia sendiri tetap mendapatkan keutamaan yang didapat oleh mereka yang berpuasa dengan niat puasa sunnah Arafah," ujarnya dikutip NU Online pada Senin (25/5/2026).
Meski demikian, ada pula ulama yang memiliki pandangan berbeda. Beberapa ulama seperti Abdul Aziz bin Baz, Abdurrahman Ali Al-Askar, serta Muhammad bin Hassan berpendapat bahwa puasa Qadha Ramadan sebaiknya tidak digabungkan dengan puasa sunnah, termasuk puasa Arafah.
Menurut pendapat ini, apabila seseorang menggabungkan kedua niat tersebut, maka yang dianggap sah adalah puasa Qadha Ramadan saja. Sementara itu, pahala puasa sunnah Arafah dinilai tidak diperoleh secara sempurna karena ibadah sunnah dilakukan bersamaan dengan ibadah wajib. Wallahu a'lam bish-shawab.
Puasa Arafah atau Qadha Ramadan Dulu?
Buat detikers yang memilih pendapat tidak bolehnya puasa Arafah digabung Qadha Ramadan, timbul persoalan baru. Manakah yang sebaiknya didahulukan, meng-qadha puasa Ramadan atau melaksanakan puasa Arafah?
Jika mengacu pada pendapat ulama yang tidak menganjurkan penggabungan niat, maka umat Islam dianjurkan untuk mendahulukan puasa Qadha Ramadan. Sebab, Qadha Ramadan merupakan kewajiban yang harus ditunaikan, sedangkan puasa Arafah bersifat sunnah.
Namun, tidak mengapa pula untuk mengerjakan puasa Arafah dahulu. Mengingat, puasa sunnah ini hanya datang 1 kali saja dalam setahun dan keutamaannya begitu agung. Pun, waktu mengganti puasa Qadha Ramadan cukup panjang, terhitung sampai sebelum Ramadan tahun berikut datang.
Dirangkum dari buku Rangkuman Tentang Qadha Puasa karya Abu Ghozie As-Sundawie, batas akhir melaksanakan puasa Qadha Ramadan adalah hingga bulan Sya'ban atau sebelum memasuki Ramadan berikutnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Aisyah:
"Aku dahulu punya kewajiban puasa. Aku tidaklah bisa membayar hutang puasa tersebut kecuali pada bulan Sya'ban karena kesibukan dengan Rasulullah SAW." (HR Bukhari no 1950 dan Muslim no 1146)
Akhir kata, para ulama memang memiliki perselisihan pendapat mengenai puasa mana yang sebaiknya didahulukan. Sebagian menganjurkan puasa Qadha dahulu karena bersifat wajib. Yang lain justru menyarankan puasa Arafah karena momentumnya hanya sekali setahun. Wallahu a'lam bish-shawab.
Niat Puasa Arafah Sekaligus Qadha Ramadan
Buat detikers yang meyakini pendapat bolehnya menggabung puasa Arafah dan Qadha Ramadan, begini bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَسُنَّةَ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna wa sunnati yaumi 'Arafata lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk meng-qadha puasa wajib bulan Ramadan dan puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Qadha Ramadan
Bila memilih memisahnya dan akan mengerjakan puasa Qadha Ramadan esok hari, 26 Mei 2026, begini niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk mengganti puasa wajib bulan Ramadan karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Arafah
Adapun untuk detikers yang ingin berpuasa Arafah saja, ini lafal niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma 'Arafata sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Arafah
Dirujuk dari buku Ternyata Shalat dan Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan oleh Ceceng Salamudin dan Fiqih Puasa karya Thoat Stiawan, dkk, berikut beberapa keutamaan puasa Arafah:
1. Menghapus Dosa Selama Dua Tahun
Salah satu keutamaan terbesar puasa Arafah adalah dihapuskan dosa selama dua tahun, yakni dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Keutamaan ini dijelaskan dalam hadis: "Puasa hari Arafah diperhitungkan oleh Allah untuk menghapus dosa dan kesalahan orang yang berpuasa setahun sebelum dan sesudahnya." (HR Muslim).
Besarnya keutamaan tersebut menunjukkan betapa istimewanya puasa Arafah di sisi Allah SWT. Karena itu, banyak umat Islam berlomba-lomba melaksanakan puasa sunnah ini sebagai bentuk ikhtiar untuk mendapatkan ampunan dan memperbanyak amal saleh menjelang Hari Raya Idul Adha.
2. Mendapatkan Keutamaan seperti Orang yang Beribadah Haji
Puasa Arafah juga memiliki keutamaan besar karena dilaksanakan bersamaan dengan peristiwa wukuf di Padang Arafah oleh jamaah haji. Pada hari tersebut, umat Islam yang sedang berhaji menjalankan salah satu rukun haji yang paling utama.
Sementara bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, puasa Arafah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Dengan melaksanakan puasa ini, seorang muslim dapat ikut merasakan kemuliaan hari Arafah dan memperoleh pahala besar pada hari yang penuh keberkahan tersebut.
3. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda
Puasa Arafah termasuk amalan saleh yang dikerjakan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Dalam Islam, hari-hari tersebut dikenal sebagai waktu yang memiliki banyak keutamaan sehingga umat muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh. Karena dilaksanakan pada waktu yang mulia, pahala puasa Arafah pun diyakini dilipatgandakan oleh Allah SWT. Tak hanya puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir, sedekah, membaca Al-Quran, serta amal ibadah lainnya.
4. Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW
Mengamalkan puasa sunnah Arafah juga merupakan salah satu cara umat Islam untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Hafshah RA, ia berkata: "Rasulullah SAW biasa berpuasa pada sembilan hari awal Zulhijah, hari Asyura, dan tiga hari setiap bulan." (HR Abu Dawud dan An-Nasa'i). Dengan melaksanakan puasa Arafah, umat Islam telah mengikuti salah satu kebiasaan Rasulullah SAW.
Demikian pemaparan mengenai bacaan niat puasa Arafah sekaligus Qadha Ramadan serta hukum menggabungkan kedua puasa ini. Semoga pembahasannya bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/ams)