Viral Kaki Mahasiswi Jeblus Selokan di FISIP UNS, Ditolong Damkar

Viral Kaki Mahasiswi Jeblus Selokan di FISIP UNS, Ditolong Damkar

Tara Wahyu NV - detikJateng
Minggu, 31 Mei 2026 13:18 WIB
Situasi saat tim Damkar Solo mengevakuasi seorang mahasiswi yang kakinya terperosok ke dalam lubang di Kampus FISIP UNS, Senin (25/5/2026).
Situasi saat tim Damkar Solo mengevakuasi seorang mahasiswi yang kakinya terperosok ke dalam lubang di Kampus FISIP UNS, Senin (25/5/2026). Foto: dok. Damkar Solo
Solo -

Seorang mahasiswa viral lantaran kakinya masuk ke selokan (jeblus) di Kampus FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS). Insiden ini terjadi Senin (25/5) siang, dengan tim pemadam kebakaran (damkar) Solo berhasil mengevakuasi korban.

Insiden ini sempat viral usai diunggah di akun Instagram @damkar_surakarta. Dalam video, terlihat momen saat damkar mendekati si mahasiswi yang terduduk dengan kaki kanannya terperosok ke lubang selokan.

"Kejadian tak terduga dialami seorang mahasiswi yang kakinya terjebak di sela-sela penutup selokan. Tim Damkar Surakarta segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dengan hati-hati dan penuh kehati-hatian agar korban dapat segera tertangani dengan aman," demikian unggahan Damkar Solo seperti dilihat detikJateng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komandan Regu Rescue Charlie Damkar Solo, Matias Andri, menceritakan peristiwa tersebut bermula saat dua mahasiswa FISIP UNS datang langsung ke Pos Induk Pedaringan sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka melaporkan adanya seorang mahasiswi yang terjebak di selokan.

ADVERTISEMENT

"Mereka menceritakan kalau temannya yang cewek kakinya tersangkut di lubang penutup selokan. Sebenarnya kami ada WA center untuk share loc, tapi mungkin karena belum tahu nomornya, mereka berinisiatif langsung datang ke pos," ujar Matias saat dihubungi detikJateng, Minggu (31/5/2026).

Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Charlie yang sedang piket siang langsung bersiap dan meluncur ke lokasi kejadian. Perjalanan menuju area FISIP UNS memakan waktu sekitar 3 hingga 5 menit.

"Ya kurang lebih perjalanan ya 3 menit sampai 5 menit. Habis itu kita evakuasi berapa menit, 5 menit udah selesai. Begitu, dengan metode hydraulic rescue tool," ungkapnya.

Matias mengungkapkan, insiden tersebut terjadi saat korban bersama temannya berniat meminjam gedung yang berada di sebelah Kampus FISIP UNS. Saat itu, korban mengeluh kakinya sakit dan meminta tolong untuk digendong oleh temannya.

"Pas digendong itu, temannya yang menggendong mungkin kakinya terkilir atau tumpuannya miring waktu menginjak bagian selokan yang seperti tangga. Karena keberatan menahan beban, tumpuan kakinya amblas masuk ke sela-sela penutup selokan," jelas Matias.

Sebelum melaporkan ke petugas Damkar, para mahasiswa di lokasi disinyalir sudah sempat mencoba menolong korban, namun tidak berhasil.

"Waktu saya tanya, mereka mengaku sebenarnya sudah dari tadi bingung mau minta tolong ke siapa," imbuhnya.

Proses evakuasi kaki mahasiswi tersebut berjalan relatif cepat. Petugas menggunakan alat khusus berupa hydraulic rescue tool untuk merenggangkan celah besi selokan yang sempit tanpa harus memotongnya.

"Kita tidak memotong besi selokan agar tidak merusak, melainkan memakai hydraulic tool untuk melebarkan sela-sela besi itu. Istilahnya dibenggang atau direnggangkan saja agar kakinya bisa keluar. Proses evakuasinya sendiri cepat, sekitar 5 menit sudah selesai," papar Matias.

Matias menambahkan, penanganan laporan non-kebakaran seperti ini sudah menjadi hal yang lumrah bagi Damkar Solo. Selain kasus kaki terjepit, pihaknya kerap menerima berbagai permintaan evakuasi unik dari warga.

"Sering sekali kami dapat laporan non-kebakaran. Dulu pernah ada anak kecil main-main lalu kepalanya kejepit pagar. Kalau akhir-akhir ini yang paling sering itu evakuasi ular, sarang tawon, penanganan tumpahan solar di jalan, hingga evakuasi kecelakaan mobil," pungkasnya.




(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads